Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Pemkot Solo Siap Mediasi PT BST dan Pegawai yang Ter-PHK, Ini Langkah Wali Kota Respati

Silvester Kurniawan • Senin, 21 April 2025 | 23:59 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi.
Wali Kota Solo Respati Ardi.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan siap memfasilitasi mediasi antara mantan driver Batik Solo Trans (BST) yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan Konsorsium PT Bengawan Solo Trans.

Langkah ini menyusul laporan yang disampaikan Gregrorius Ardhian W., mantan driver BST, bersama kuasa hukumnya ke Komisi IV DPRD Kota Solo baru-baru ini.

Ardhian mengeluhkan sejumlah hal, mulai dari pemotongan gaji saat mengajukan izin sakit, hak cuti yang tidak diberikan, hingga ketiadaan kompensasi yang layak setelah pemutusan kerja.

PHK ini disebut-sebut akibat efisiensi anggaran dan pengurangan jumlah armada BST di beberapa koridor.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan pihaknya akan turun tangan untuk memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.

“Nanti kita mediasikan lagi,” ujar Respati, Senin (21/4/2025).

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya telah memanggil manajemen PT BST untuk mendengarkan penjelasan dari sisi perusahaan.

“Kemarin kami sudah memanggil pimpinan BST untuk mendengar penjelasannya. Selanjutnya akan kami fasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Harapannya, semua hak dan kewajiban bisa dipenuhi secara adil,” lanjut Respati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad menambahkan bahwa proses mediasi antara Gregrorius dan pihak BST sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan sebelum yang bersangkutan membawa permasalahan ini ke DPRD.

“Surat pengaduan juga ditembuskan ke kami, sehingga kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memediasi. Kuasa hukum korban juga sudah bertemu langsung dengan direksi BST. Dari pihak BST sebenarnya sudah siap memberikan kompensasi, tetapi memang belum ada titik temu,” jelas Taufiq.

Pemerintah Kota Solo berharap mediasi lanjutan bisa menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan, tanpa merugikan pihak manapun. (ves)

Editor : Damianus Bram
#BST #Wali Kota Solo Respati Ardi #batik solo trans #driver #dprd kota solo #pemkot solo