RADARSOLO.COM - Keterbatasan anggaran pada postur APBD 2025 memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengatur ulang skala prioritas pembangunan. Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah mengalihkan dana Bantuan Gubernur (Bangub) dari proyek Revitalisasi Velodrome Manahan ke proyek perbaikan saluran drainase di sejumlah titik rawan banjir.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menyiasati minimnya alokasi anggaran pemkot dalam mengatasi persoalan infrastruktur dasar, khususnya sistem drainase yang selama ini menjadi penyebab banjir musiman di sejumlah kawasan kota.
“Iya, anggaran drainase memang minim. Saat ini kami sedang mengajukan izin ke Pak Gubernur untuk mengalihkan dana Bangub yang tadinya untuk revitalisasi Velodrome ke proyek perbaikan drainase,” ungkap Respati, Rabu (23/4).
Jika disetujui, pengalihan dana sebesar Rp 35 miliar itu akan memungkinkan Pemkot Surakarta melakukan perbaikan secara menyeluruh, termasuk normalisasi saluran drainase di kawasan Mangkuyudan, tepatnya di Jalan KH Samanhudi, yang selama ini menjadi langganan genangan dan banjir lokal setiap musim hujan.
Baca Juga: Profil Mbok Yem, Pemilik Warung Legendaris di Puncak Gunung Lawu Meninggal Dunia
“DPUPR sudah turun mengecek struktur dan pendangkalan saluran di sana. Karena sekarang masih musim kemarau, ini saat yang tepat untuk kita perbaiki agar tidak banjir lagi saat hujan turun,” tambah Respati.
Dari hasil kajian teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta, kebutuhan anggaran perbaikan saluran drainase di kawasan Mangkuyudan mencapai sekitar Rp 17 miliar. Namun anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp 2 miliar, sehingga butuh suntikan dana tambahan untuk bisa menyelesaikannya secara menyeluruh.
Kepala DPUPR Kota Surakarta, Nur Basuki, menyambut baik rencana alokasi dana Bangub ke proyek drainase. Menurutnya, jika pengajuan disetujui, proyek normalisasi bisa dilakukan dalam waktu bersamaan dan tidak perlu menunggu secara bertahap.
“Kalau Bangub bisa dipakai ya alhamdulillah, pengerjaan bisa serentak. Tapi kalau tidak, kita akan tetap kerjakan secara bertahap. Tentu itu akan butuh waktu lebih lama,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Utus Jokowi dan Tiga Tokoh Lainnya Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
Selain kawasan Mangkuyudan, rencana pengalihan dana ini juga akan menyasar titik-titik drainase lain yang sudah teridentifikasi mengalami kerusakan, pendangkalan, maupun sistem saluran yang tidak optimal.
Revitalisasi Velodrome Manahan yang sebelumnya dirancang untuk mendukung sarana olahraga akhirnya ditunda demi fokus pada persoalan yang lebih mendesak. Keputusan ini, menurut Pemkot, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan langsung masyarakat, terutama mengurangi risiko banjir yang makin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Editor : Kabun Triyatno