Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wawali Solo Astrid Widayani Ajak Ibu Jaga Gizi dan Rutin Periksa Anak Risiko Stunting

Silvester Kurniawan • Jumat, 25 April 2025 | 01:43 WIB

 

 

Wawali Solo Astrid Widayani sambangi ibu hamil di Gilingan, Banjarsari, Kamis (24/4). (M Ihsan/Radar Solo)
Wawali Solo Astrid Widayani sambangi ibu hamil di Gilingan, Banjarsari, Kamis (24/4). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Langkah nyata dilakukan Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Astrid Widayani dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kota Bengawan. Ia turun langsung ke lapangan, menyambangi ibu hamil dan orangtua bayi risiko stunting di dua titik padat penduduk, yaitu Kelurahan Gilingan dan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kamis sore (24/5).

Di Kampung Bibis Wetan, Gilingan, suasana sore tampak hangat ketika Astrid menyapa satu per satu warga. Ia berdialog akrab dengan ibu-ibu hamil dan orangtua anak yang masuk kategori risiko stunting, mendengar keluhan dan membagikan saran langsung terkait gizi dan pemeriksaan rutin.

Baca Juga: APBD Solo Cupet, Wali Kota Alihkan Rp 35 Miliar Proyek Velodrome Manahan untuk Atasi Banjir

“Kami dari tim percepatan penanganan stunting meninjau langsung beberapa kasus yang ada. Pendekatan personal seperti ini penting agar kita tahu secara pasti apakah permasalahan berasal dari asupan gizi, kondisi medis, atau pemahaman orangtua,” ujar Astrid.

Astrid menekankan pentingnya kontrol berkala dan komunikasi aktif antara keluarga dengan kader Posyandu maupun tenaga kesehatan puskesmas. Menurutnya, layanan kesehatan dasar di Solo sudah berjalan optimal, tinggal memastikan masyarakat memanfaatkannya dengan baik.

Baca Juga: Bangunan Liar Ganggu Saluran Drainase, Pemkot Solo Bergerak Tertibkan Area Jalan Tentara Pelajar

“Pemeriksaan rutin harus dijaga. Jika ada masalah tumbuh kembang, bisa cepat diidentifikasi. Jangan ragu konsultasi, baik ke Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit. Yang kita dorong bukan sekadar penanganan, tapi pencegahan jangka panjang,” katanya.

Salah satu ibu hamil, Eka Susanti, 37, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Wawali. Kandungannya yang sudah memasuki usia delapan bulan mendapat perhatian khusus. Astrid menyarankan agar ia terus menjaga asupan gizi agar janin lahir sehat dan kuat.

“Tadi diminta tetap rajin makan bergizi dan jangan lupa kontrol ke puskesmas. Saya juga dikasih tahu soal tanda-tanda kehamilan yang harus diwaspadai,” ujar Eka.

Baca Juga: Gairahkan Ekonomi Lokal, Solo Bakal Perbanyak Event di Akhir Pekan

Sementara itu, Dwi Hidaya, 30, warga RT 04 RW 21 Gilingan, tengah berjuang mengatasi kekurangan gizi pada anak ketiganya yang berusia 20 bulan. Bobot dan tinggi sang buah hati belum sesuai usianya sehingga masuk kategori risiko stunting.

“Selama ini saya ikut arahan kader Posyandu dan konsul ke ahli gizi. Sekarang ditambah asupan proteinnya. Alhamdulillah selalu dibantu,” tutur Dwi.

Astrid berharap pendekatan seperti ini bisa rutin dilakukan di seluruh kelurahan di Solo. Ia menegaskan, upaya melawan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan gizi, tapi juga harus dibarengi dengan edukasi berkelanjutan dan pemantauan intensif.

“Stunting bukan sekadar soal makanan. Ini juga tentang kepedulian, pengetahuan, dan keterlibatan seluruh elemen. Kami pastikan pemerintah hadir, mendampingi sampai tumbuh kembang anak-anak kita benar-benar optimal,” tuturnya. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#ibu hamil #stunting #Astrid Widayani