RADARSOLO.COM – Pemangkasan anggaran proyek pelebaran Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Pasar Kliwon, memicu perhatian serius dari DPRD Kota Solo. Meski dana terpangkas, dewan menegaskan satu hal yakni kualitas jalan tak boleh dikorbankan.
“Anggarannya memang berkurang, dari Rp900 juta jadi Rp700 juta. Tapi saya sudah pesankan ke pelaksana, jangan sampai kualitasnya asal-asalan, apalagi soal aspal. Kalau kualitas turun, jalan ini sebentar lagi pasti rusak lagi. Itu yang tidak kita mau,” tegas Sekretaris Komisi III DPRD Kota Solo Sonny, Selasa (30/4).
Baca Juga: Ini Dia Taman Hutan Raya (Tahura) di Ngargoyoso, Destinasi Asri nan Sejuk untuk Liburan Keluarga
Sonny menilai, proyek pelebaran ini sangat vital bagi warga sekitar. Saat ini, lebar jalan hanya 3 meter. Akibatnya, saat dua mobil berpapasan, salah satunya harus mengalah agar bisa lewat. “Belum lagi kalau yang lewat truk. Jadi kalau sudah dilebarkan, arus kendaraan pasti lebih lancar, tidak perlu ada yang saling tunggu atau mundur,” jelas politikus PSI ini.
Ia juga mengingatkan, jalan yang lebih lebar tak hanya melancarkan arus lalu lintas, tapi juga mendongkrak aktivitas ekonomi warga. “Kalau jalannya nyaman, akses usaha warga juga lebih mudah, mobilisasi lancar. Jangan sampai proyek ini sia-sia hanya karena kualitas diturunkan,” tandas Sonny.
Baca Juga: Terungkap! 31 Anak Jadi Korban Pelaku Kejahatan Seksual Asal Jepara, Ini Kata Polda Jateng
Sementara itu, Kepala Pelaksana proyek pembangunan Jalan Bengawan Solo Yusak mengonfirmasi pelebaran akan menambah lebar jalan menjadi 5 meter, sepanjang 658 meter.
“Memang ada pengurangan anggaran, tapi kami tetap mengupayakan kualitas sesuai lelang awal,” ungkapnya.
Proyek yang dimulai pertengahan Maret ini sudah berjalan 30 persen, dengan target rampung akhir Mei. Yusak memastikan pengerjaan tetap sesuai standar, dengan prioritas utama pada fondasi.
“Kalau pondasinya kuat, aspalnya nanti lebih awet. Targetnya akhir bulan sudah selesai,” katanya optimistis.
Ia juga menjamin proses pengaspalan tak akan menutup akses warga sepenuhnya. “Aspal sisi timur dulu. Setelah kering, baru sisi barat. Arahan dari dinas memang begitu, supaya aktivitas masyarakat tetap berjalan,” tuturnya. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno