RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan 100 kuota untuk jenjang SMA dalam Program Sekolah Rakyat yang akan dilaksanakan di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso, Jebres. Selain itu, Pemkot juga tengah menjajaki pemanfaatan lahan lain sebagai alternatif lokasi program tersebut.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, saat ini pihaknya sedang menghitung dan memverifikasi calon peserta yang akan mengisi kuota tersebut.
Baca Juga: Kasus Kecelakaan Kerja Melonjak Di Jawa Tengah, Tekankan Pendidikan K3
“Untuk Sekolah Rakyat, saat ini sedang mencari siapa saja yang layak dan bisa masuk. Sepertinya ada 100 bangku yang siap dibuka untuk jenjang SMA,” ujar Respati, Kamis (1/5).
Respati menjelaskan, Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Lokasi pertama akan memanfaatkan lahan milik Kementerian Sosial di Balai Soeharso, sambil menunggu kepastian pembangunan dari pusat.
Baca Juga: Lima Jabatan Kepala SMA Negeri Di Solo Masih Kosong
Sementara itu, Pemkot Solo juga tengah menyiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi di Mojosongo sebagai opsi tambahan. Namun proses realisasinya masih menunggu arahan dari Kementerian Sosial.
“Kita sudah menawarkan tanah milik pemkot. Tinggal tunggu kapan Kemensos membangun untuk sektor itu,” jelas Respati.
Tak hanya itu, Respati membuka wacana memanfaatkan sekolah-sekolah lama yang sudah ada untuk dijadikan Sekolah Rakyat dengan mekanisme berbeda.
“Kami di perkotaan ingin menawarkan, apakah memungkinkan menggunakan sekolah lama. Faktanya, di Solo sudah tidak ada lahan seluas 5 hektare,” tambahnya.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi akses pendidikan setara bagi kelompok marginal di Kota Bengawan, meski tantangan ketersediaan lahan masih jadi persoalan. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno