RADARSOLO.COM - Dengan pedihnya, Dewi Drupadi murka kepada Prabu Puntadewa. Mendatangi Kerajaan Amarta, Puntadewa membawa kabar tak menggembirakan.
Kelanjutan cerita tersaji pada persembahan Wayang Orang Sriwedari lakon "Dewa Amral" di Gedung Orang Wayang Sriwedari, Rabu (30/4/2025).
Amarah Drupadi bukan tanpa alasan. Prabu Puntadewa menggambarkan bahwa keempat adiknya telah dibawa ke Khayangan oleh Hyang Narasa untuk menggantikannya yang akan dimasukkan Kawah Candradimuka.
Apa alasannya? Sutradara Wayang Orang Sriwedari Lakon Dewa Amral Irizal Surya menjelaskan, Prabu Puntadewa mendapatkan sebuah hukuman karena dia menggunakan nama Dewa.
Padahal yang boleh menggunakan nama Dewa itu Dewa-Dewa di Khayangan. Ambil contoh Dewa Indra, Dewa Brahma, dan sebagainya.
"Nah, rajanya Dewa, Bhatara Guru memberikan hukuman kepada Puntadewa karena dia seorang titah atau orang biasa yang berada di bumi. Namun dia berani menggunakan nama tersebut," jelas Rizal kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di balik layar.
Puntadewa diberi hukuman dengan cara dimasukkan ke Kawah Candradimuka, dilebur di kawah. Namun adik-adiknya yakni Werkudara, Arjuna, Nakula, dan Sadewa tidak menginginkan hal tersebut. Supaya kakaknya aman, diwakilkan saja sama adik-adiknya.
"Adik-adiknya bersikeras untuk membantu kakaknya yang akan dilebur atau dimasukkan ke kawah. Adik-adiknya menuju ke Khayangan untuk menghadap sang Raja Dewa di sana," ucapnya.
Selama proses perjalanan ke Khayangan, Sri Krisna mencari keberadaan para Pandawa. Di Kerajaan Amarta, tidak ada sama sekali orang atau Pandawa yang dicari. Akhirnya Sri Krisna mengetahui kejadian yang terjadi di Khayangan.
"Akhirnya Sri Krisna merubah wujudnya menjadi raksasa, yang bernama Amral Bethara. Nah, di sisi lain Prabu Puntadewa sebenarnya juga tidak menginginkan kalau adik-adiknya menjadi wakilnya dia," jelasnya.
"Sampai Puntadewa diberi tahu istrinya Ratu Drupadi bahwa kamu seorang raja tidak boleh seperti itu. Ketika mendapatkan sebuah hukuman, harus kamu yang melaksanakannya, bukan adik-adikmu. Biar kamu seorang raja memiliki rasa tanggung jawab, di situ hatinya Puntadewa tergoyah. Dia tidak terima dengan apa yang menjadi keputusan para dewa," lanjutnya.
Puntadewa menuju ke Khayangan, akan tetapi dia merubah wujudnya menjadi seorang Raksasa bernama Dewa Amral. Puntadewa ketika ingin meraih adik-adiknya kembali dengan cara merusak tanaman yang ada di Khayangan.
"Jadi kayangan diobrak-obdak sama dia. Otomatis para dewa merasa terganggu dengan kedatangan Dewa Amral. Lalu para dewa menandingi Dewa Amral tapi semua dewa kalah," sambung Rizal.
Melihat kondisi ini, Bhatara Guru bertemu seorang raksasa bernama Amral Bethara yang merupakan perwujudan Krisna. Memintanya untuk menandingi Dewa Amral. Permintaan Raja Dewa pun diterima dengan suatu syarat.
"Kalau Amral Bethara menang, dia minta bahwa semua Pandawa dikembalikan ke Kerajaan Amarta, tidak boleh dimasukkan ke kawah," imbuh Rizal.
Amral Bethara dan Dewa Amral pun berperang. Namun di pertengah peperangan, mereka berubah ke wujud asli masing-masing. Semua dewa pun datang. "Krisna sedikit marah, karena Raja Dewa itu salah keputusannya," lanjut Rizal.
Rizal menjelaskan, nama Puntadewa dihadiahkan oleh ibunya Dewi Kunthi. Puntadewa bukan hanya putra Pandu, melainkan juga putra Dewa Dharma.
"Otomatis ada darah seorang dewa. Jadi kalau misalnya menggunakan nama Puntadewa itu sah-sah saja. Kemudian Raja Dewa mengakui kesalahannya," tutupnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy