RADARSOLO.COM – Sebanyak 15 pelaku premanisme berhasil diamankan aparat kepolisian pada hari pertama pelaksanaan Operasi Aman Candi 2025 di Kota Solo. Para pelaku menjalankan aksi dengan berbagai modus, namun umumnya melakukan pemerasan terhadap warga.
Operasi yang digelar serentak di wilayah Jawa Tengah ini bertujuan menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam satu hari, petugas menjaring 11 juru parkir liar, 2 pelaku pemerasan, dan 2 debt collector (DC) yang melakukan penagihan dengan cara intimidatif.
Kabagops Polresta Surakarta AKP Engkos Sarkosi mengatakan, para jukir liar memungut uang dari pengunjung tanpa identitas resmi maupun seragam dari Dinas Perhubungan Kota Solo.
“Salah satunya ada di Area Masjid Zayed. Kami amankan karena menarik parkir tanpa seragam, kemudian bukan di lokasi parkir resmi. Ada dua yang kita amankan di Zayed dan usianya masih remaja, sehingga kita lakukan pembinaan,” ujar Engkos.
Sementara itu, Tim Resmob Polresta Solo juga berhasil mengamankan dua pelaku pemerasan di kawasan Pasar Gede Timur, tepatnya di area bongkar muat buah. Aksi ini telah meresahkan para sopir dan pedagang.
Kedua pelaku berinisial AK dan K. Berdasarkan penyelidikan, AK beraksi pada siang hari, sementara K beroperasi malam hari. Keduanya menarik tarif dari kendaraan yang membongkar buah, meski tidak masuk ke area pasar.
“Tarif yang dikenakan cukup memberatkan, yakni Rp 50 ribu untuk truk dan Rp 30 ribu untuk pickup. Uang tersebut dipungut secara paksa tanpa dasar hukum atau izin resmi dari pihak terkait,” ungkap Engkos.
Untuk kasus debt collector, dua pelaku berinisial DO, 28, warga Colomadu, dan AS, 30, warga Banjarsari, diamankan di wilayah Jalan Bhayangkara, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan. Mereka tengah memantau kendaraan yang menunggak angsuran.
“Kegiatan yang dilakukan tidak memiliki dasar hukum atau kewenangan resmi dari lembaga pembiayaan. Ini patut diduga sebagai bentuk premanisme yang melanggar ketentuan perundang-undangan,” tegas Engkos.
Ia menambahkan bahwa Operasi Aman Candi akan berlangsung hingga akhir bulan ini, dengan Polresta Solo menerjunkan 66 personel lintas satuan.
“Ops Aman Candi dimaksudkan untuk memberantas aksi premanisme yang saat ini menjadi sorotan nasional, termasuk pemalakan yang marak di masyarakat,” ucap Engkos.
Engkos juga mengimbau masyarakat agar tidak takut dan segera melapor jika menemukan aksi serupa.
“Polresta Solo siap membantu jika masyarakat menemukan hal seperti itu. Masyarakat bisa menghubungi call center, WA Kapolresta, atau Tim Sparta,” jelasnya.
“Dengan sinergi bersama masyarakat, diharapkan aksi premanisme bisa diberantas sehingga tercipta rasa aman dan tertib di Kota Solo,” pungkas Engkos. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno