Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bau Limbah Pasar Ayam Semanggi Solo Kian Parah, DPUPR Soroti Kinerja IPAL

Silvester Kurniawan • Senin, 19 Mei 2025 | 02:16 WIB

Pasar Ayam Semanggi (M Ihsan/Radar Solo)
Pasar Ayam Semanggi (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Persoalan bau menyengat yang dikeluhkan warga Kelurahan Mojo bukan sekadar urusan saluran mampet. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo menegaskan, titik masalah ada pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Ayam yang dinilai perlu dievaluasi kapasitas dan fungsinya.

Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki menyatakan bahwa keluhan aroma limbah dari Pasar Ayam Semanggi sebaiknya ditangani langsung lewat pengecekan sistem IPAL, alih-alih melalui normalisasi atau pembuatan saluran baru.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Brutal di Bonoloyo Solo: Empat Pelaku Ditangkap, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas

Kalau IPAL-nya benar, air yang keluar ke saluran harusnya tidak bau dan tidak berwarna. Ini yang harus dicek dulu. Kalau kapasitasnya kurang, ya harus ditambah kolam IPAL lagi,” jelasnya, Minggu (18/5/2025).

Pernyataan itu disampaikannya setelah meninjau lokasi bersama Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dan perwakilan masyarakat. Menurut Basuki, kondisi saluran drainase di sekitar RW 03 Mojo sebenarnya masih mencukupi. Namun beban saluran sisi selatan cukup tinggi karena pompa hanya tersedia di sisi barat Kampung Kenteng.

Baca Juga: Diduga Aniaya Bawahan, Manajer CV Perusahaan Tekstil di Karanganyar Dicekut Polisi

Idealnya sisi selatan juga dipasangi pompa agar tidak membebani sisi barat. Drainasenya cukup, tapi distribusinya yang perlu dioptimalkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Basuki menyoroti pentingnya pemeliharaan IPAL dan kesadaran pedagang. Masalah bisa terjadi jika limbah padat seperti bulu ayam atau potongan usus ikut masuk ke IPAL, membuat sistem cepat mampet.

Baca Juga: Disdik Kota Solo Haramkan Sekolah Galang Dana Perpisahan, Studi Tur, dan Awalussanah

IPAL itu didesain untuk limbah cair. Kalau limbah padat ikut masuk, pasti cepat penuh. Nah, kalau satu kolam penuh, bisa meluber. Maka solusinya ya tambahkan kolam IPAL baru,” ujarnya.

Warga Mojo, khususnya RW 01–03, sudah bertahun-tahun merasakan dampak bau tak sedap dari Pasar Ayam, apalagi saat musim hujan. Sulistyo, salah satu warga, menyampaikan bahwa air limbah bahkan bisa meluap ke rumah-rumah.

Kalau hujan, bau makin parah dan air limbah bisa masuk ke rumah. Kami sudah lama mengeluhkan ini,” ujarnya saat audiensi dengan Pemkot belum lama ini.

DPUPR pun menegaskan, akar persoalan bukan pada posisi Pasar Ayam, tetapi efektivitas sistem IPAL yang perlu segera dibenahi. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#limbah #Pasar Ayam Semanggi #IPAL