RADARSOLO.COM - Jelang kongres perdana Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sejumlah nama digadang-gadang akan memimpin partai politik (parpol) berlambang bunga mawar ini.
Setidaknya sudah ada empat nama yang bakal maju menjadi calon ketua umum PSI.
Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jateng Antonius Yogo Prabowo saat dihubungi koran ini Senin (19/5) pagi.
Yogo mengatakan pada pemilihan Ketum nantinya, empat nama tersebut antara lain Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Presiden Ke 7 RI Joko Widodo (Jokowi), Isana Bagoes Oka, salah satu pendiri PSI yan saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, serta Ketua OKK PSI Agus Herlambang.
"Munculnya nama pak Jokowi dan Mas Kaesang ini memunculkan energi baru bagi kami, terutama (PSI) Jawa Tengah. Dukungannya sangat luar biasa. Ini akan menarik. Kami akan rangkum untuk Jawa Tengah, kira-kira mendukung siapa," katanya.
Yogo menjelaskan Minggu (24/5) depan, DPW PSI Jateng akan menggelar Kopdarwil seluruh DPD PSI Jateng di Solo untuk menentukan arah dukungan mereka.
"Ya, kami condong pada mas Kaesang dan Pak Jokowi, besok minggu baru akan kamiumuskan dan buat rekomendasi resmi untuk dua nama ini," tutur Yogo.
Anggota DPRD Provinsi Jateng ini menjelaskan, pendaftaran bursa calon ketua sudah dibuka DPP Selasa pekan lalu. Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain mendapat dukungan dari 20 DPD serta 3 DPW.
"Ini sudah rame juga di beberapa wilayah lain dengan menggelar konsolidasi, sedangkan kami besok minggu," kata Yogo.
Disinggung soal persiapan kongres, Yogo mengatakan bahwa rencanya kongres rencananya akan digelar di Kota Bengawan pada 19 Juli mendatang. Bila dipresentase, persiapan sudah 75 persen.
"Kami dari panitia lokal terus berkoordinasi dengan DPP untuk mempersiapkan ini. Karena ada agenda besar, yakni pemilihan ketum," jelas Yogo.
"Banyak persiapan, pertama persiapan venue dan acara, kemudian yang tidak kalah penting persiapan e-voting. Kami terus keliling bahwa anggota-anggota yang sudah terdaftar bisa memilih ketumnya. Kami sudah mulai verifikasi ulang, sehingga nomor keanggotaan mereka valid, kami kerja keras, terutama ditingkat wilayah," imbuh Yogo.
Dijelaskan Yogo, untuk teknis e-voting masih digodok. Di mana terus dilakukan simulasi pemilihan. Sebab baru kali ini untuk parpol di Indonesia pemilihan ketum dilakukan secara daring.
"Bukan lagi rekomendasi dari DPD atau DPW, tapi setiap anggota punya hak memilih ketum," tuturnya.
"Sehingga siapapun yang terpilih nanti mendapat legitimasi dari seluruh anggota se-Indonesia. untuk Jateng yang telah terverifikasi sekitar 66 ribu anggota aktif. Kami kerja keras agar tidak ada anggota yang tertinggal, sehingga kehilangan hak suaranya," pungkas Yogo. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy