RADARSOLO.COM - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, akhirnya angkat bicara terkait polemik keaslian ijazah yang sempat menjadi perdebatan publik.
Mantan Wali Kota Solo ini dengan tegas memastikan bahwa ijazah miliknya, baik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun SMA Negeri 6 Surakarta, adalah benar-benar asli.
Jokowi menyampaikan bahwa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah melakukan investigasi yang sangat mendalam untuk memverifikasi keaslian dokumen pendidikan tersebut.
Ia menilai bahwa pembuktian yang dilakukan oleh Bareskrim sangat komprehensif, melibatkan berbagai bentuk data pembanding dari rekan-rekannya semasa kuliah maupun SMA.
“Ya, memang asli (ijazah). Bareskrim Polri detail sekali membandingkan ijazah asli dengan ijazah teman-teman saya. Kemudian juga foto-foto waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata), waktu wisuda ada, waktu naik gunung ada, waktu ikut Mapala juga ada. Termasuk pengumuman penerimaan sebagai calon mahasiswa di koran Kedaulatan Rakyat juga ditemukan,” ujar Jokowi.
Presiden menjelaskan bahwa investigasi oleh Bareskrim dilakukan berdasarkan aduan masyarakat. Ia mengapresiasi langkah Polri yang telah bekerja secara profesional dan objektif dalam menyelidiki kasus tersebut.
“Yang Bareskrim itu berdasarkan aduan. Sementara yang di Polda Metro Jaya, itu berbeda karena saya yang melaporkan. Jadi tolong dibedakan,” tegas Jokowi, menanggapi adanya dua proses hukum yang berjalan paralel.
Saat ditanya mengenai masih adanya pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazahnya meskipun telah dilakukan pembuktian menyeluruh oleh pihak berwenang, Jokowi mengungkapkan keheranannya dan mempertanyakan motif di balik keraguan tersebut.
“Ya terus siapa lagi yang mau dibuktikan? Bukti dari Bareskrim sudah sangat lengkap. Memang tugasnya Bareskrim melakukan investigasi seperti itu,” kata Jokowi.
Di sisi lain, Jokowi menyampaikan rasa sedihnya apabila kasus yang ia laporkan di Polda Metro Jaya harus berlanjut ke tahapan hukum berikutnya. Namun demikian, ia tetap mendukung proses hukum yang berjalan secara terbuka dan transparan, demi kejelasan dan kebenaran di hadapan publik.
“Ya, saya sampaikan saya sedih kalau itu berlanjut (laporan di Polda Metro Jaya) ke tahap berikutnya. Tapi saya ingin semuanya terlihat gamblang dan jelas. Supaya tidak ada lagi yang meragukan, ijazah asli akan saya buka di sidang pengadilan, biar semuanya terang-benderang dan gamblang, meskipun sebenarnya ijazah asli itu sudah saya bawa ke Bareskrim,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy