RADARSOLO.COM- Tidak sedikit pelanggan ayam goreng Widuran yang beralamat di Jalan Sutan Syahrir No. 71, Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Solo merasa kecewa.
Menyusul menu di ayam goreng Widuran yang dimasang menggunakan minyak babi.
Padahal cukup banyak umat muslim yang menjadi pelanggan di ayam goreng Widuran.
Seperti review yang dituliskan Teguh XXX di Google Review
“Penjual tidak jujur. Sudah terlanjur pesan ayam 1 ekor, saya datang dgn Plat mobil luar kota Solo dan seluruh keluarga berhijab namun tidak diinfokan makanan non halal. Awal datang sudah curiga karena tamu yg lain menatap ke kami, langsung cek google review, terus tanya karyawan yg mau goreng ayam, dan jreng !!! ternyata NON HALAL, seketika saya lsg batalkan pesanan,” tulisnya 4 bulan lalu.
Kekecewaan juga diungkapkan reviewer lainnya Nifira XXXX
“NON HALAL sdh tanya & dikonfirmasi langsung dgn karyawannya bahwa tidak halal (tp tdk memberi penjelasan kenapa tidak halal). dan tdk pernah memberi tahu jk tdk ditanya pdhl byk yg berhijab makan disini jg,”.
“Sy & keluarga memang agak curiga dr dulu knp ayam disini luar biasa enaknya, tp tdk menyangka & kepikiran krn kami pikir hanya jual ayam goreng kenapa harus ada unsur tdk halalnya,”.
“Padahal bisa dibilang disini ayam goreng terenak menurut sy di Solo. Sudah langganan keluarga sejak lama jd jangan ditanya tdk terhitung berapa sering takeaway ayam disini”
“Lumayan kecewa & baru sadar memang tdk ada logo halal di banner tokonya,”
Kini, pihak pengelola ayam goreng Widuran telah memasang pemberitahuan menunya non halal.
Baik yang ditempel di warung makan maupun disampaikan di media sosial Ayam Goreng Widuran
Baca Juga: Dispangtan Surakarta Pastikan Hewan Kurban Sehat Menjelang Idul Adha 2025
"PEMBERITAHUAN
Kepada seluruh pelanggan Ayam Goreng Widuran,
Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang beredar di media sosial belakangan ini. Kami memahami bahwa hal ini menimbulkan keresahan dalam masyarakat.
Sebagai langkah awal, kami telah mencantumkan keterangan NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet dan media sosial resmi kami.
Kami berharap masyarakat dapat memberi kami ruang untuk memperbaiki dan membenahi semuanya dengan itikad baik.
Hormat kami,
Manajemen Ayam Goreng Widuran.
Diketahui, menu non halal di ayam goreng widuran dikarenakan menggunakan minyak babi untuk menggoreng kremesan.
Banyak pelanggan yang memuji masakan ayam goreng dan kremesan di ayam goreng Widuran memiliki cita rasa istimewa.
Apakah itu karena menggunakan minyak babi? Cek faktanya.
Minyak babi atau lard dikenal memiliki aroma yang lebih netral atau sedikit beraroma daging babi.
Meskipun titik asapnya tidak terlalu tinggi, lard tetap dapat menghasilkan gorengan yang renyah dan memiliki aroma khas, asalkan digunakan pada suhu yang tepat.
Berbeda dengan minyak kelapa sawit atau minyak nabati lainnya yang cenderung mengeluarkan aroma khas saat dipanaskan, lard memberikan rasa gurih yang lebih alami pada makanan.
Jika suatu hidangan terasa lebih gurih namun tidak beraroma minyak sayur, bisa jadi itu adalah tanda penggunaan lard.
Makanan yang mengandung lard—terutama yang telah melalui proses hidrogenasi—memiliki ketahanan lebih lama karena stabil pada suhu ruangan.
Sebaliknya, makanan yang menggunakan lard segar cenderung memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang creamy. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono