Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pengakuan Karyawan Ayam Goreng Widuran Solo Usai Heboh Pakai Bahan Nonhalal hingga Restoran Ditutup

Silvester Kurniawan • Selasa, 27 Mei 2025 | 00:27 WIB
Ayam Goreng Widuran yang berlokasi di Kepatihan Kulon, Jebres, Solo kini ditutup sementara usai viral pakai bahan nonhalal.
Ayam Goreng Widuran yang berlokasi di Kepatihan Kulon, Jebres, Solo kini ditutup sementara usai viral pakai bahan nonhalal.

RADARSOLO.COM - Wali Kota Solo Respati Ardi telah meminta pemilik Ayam Goreng Widuran untuk tutup sementara, menyusul heboh penggunaan bahan baku nonhalal. Bagaimana nasib karyawannya?

Wali Kota bersama sejumlah pihak terkait juga telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke restoran Ayam Goreng Widuran yang berlokasi di Kepatihan Kulon, Jebres, Solo pada Senin (26/5/2025) siang.

Di restoran yang telah ditutup sementara itu, Respati bertemu dan meminta keterangan sejumlah karyawan.

Selain itu, dia juga sempat berkomunikasi lewat sambungan telepon dengan pemilik Ayam Goreng Widuran.

"Pemilik sudah mengerti, tapi karena ini sudah mengecewakan banyak pihak, maka dari itu saya sampaikan untuk lebih baik ditutup dan melakukan asesmen,” beber Respati.

Selain itu, penutupan restoran tersebut juga dilakukan demi kebaikan bersama.

Selain untuk mengutamakan perlindungan konsumen, Pemkot Solo juga berupaya memastikan kerukunan umat beragama dan antisipasi hal-hal tidak diinginkan.

Salah seorang karyawan Awaym Goreng Widuran, Nanang mengatakan, dirinya sudah bekerja di restoran itu selama 10 tahun.

Dia membenarkan jika ada kandungan nonhalal berupa minyak babi yang dipakai untuk membuat kremesan ayam goreng.

Namun untuk produksi ayam goreng sendiri, dia dipastikan 100 persen menggunakan minyak yang baru dibuka dari kemasan.

"Proses pembuatannya pun tidak jadi satu, diolah di wadah terpisah," ucap Nanang.

Ditambahkan dia, saat ini restoran tempatnya bekerja memang telah ditutup sementara.

Hal itu sesuai dengan saran dari Pemkot Solo, untuk dilakukan proses asesmen.

Namun demikian, Nanang berharap penutupan restoran tidak terlalu lama. Sehingga dia dan karyawan lain bisa bekerja kembali.

“Ya harapannya tidak terlalu lama dan bisa segera buka lagi,” ucap Nanang, diamini karyawan lain. (ves/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Ayam Goreng Widuran #nonhalal #ayam goreng #viral #Respati Ardi #kremesan #karyawan #minyak babi