Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Miris!! Bahasa Jawa Krama Terancam Punah, Mulai Ditinggalkan Anak Muda

Fauziah Akmal • Selasa, 27 Mei 2025 | 23:56 WIB
Pembiasaan komunikasi dengan bahasa jawa perlu dilakukan sejak usia dini. (Fauziah Akmal/Radar Solo)
Pembiasaan komunikasi dengan bahasa jawa perlu dilakukan sejak usia dini. (Fauziah Akmal/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kemampuan generasi muda dalam berbahasa Jawa, khususnya pada penggunaan krama (bahasa Jawa halus), dinilai terus menurun. Kondisi ini membuat prihatin karena terancam punah.

Ketua Program Studi Sastra Daerah Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prasetya Adi Wisnu Wibowo mengatakan, meskipun anak muda masih cukup fasih dalam menggunakan bahasa ngoko, mereka kerap keliru saat harus memakai ragam krama yang menuntut ketepatan tingkat tutur.

“Yang sering bermasalah itu kata kerja. Misalnya kata ‘dhahar’ yang seharusnya dipakai untuk menghormati orang lain, malah digunakan untuk diri sendiri,” jelas Prasetya, Senin (26/5).

Prasetya menilai penurunan kemampuan ini dipengaruhi oleh pola komunikasi dalam keluarga yang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia atau asing. Akibatnya, anak tidak terbiasa mendengar dan memakai bahasa Jawa yang baik sejak kecil.

“Padahal, bahasa ibu itu penting. Kalau dari kecil anak diajari bahasa Jawa yang baik dan benar, maka kemampuan mereka akan terasah secara alami,” lanjutnya.

Untuk menekan laju kepunahan, pelajaran bahasa Jawa saat ini telah menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Jawa Tengah. Namun Prasetya menekankan pentingnya penguatan dari sisi pendidikan formal dengan dukungan regulasi yang kuat.

“Kalau tanpa payung hukum dan pelestarian di sekolah, bahasa Jawa tinggal menunggu waktu untuk hilang,” ujarnya.

Upaya lain juga dilakukan melalui kegiatan budaya seperti Festival Tunas Bahasa Ibu yang dijadwalkan digelar September 2025 di Solo. Acara ini akan diisi berbagai lomba kreatif, mulai dari mendongeng, menulis aksara Jawa, nembang macapat, hingga stand-up comedy berbahasa Jawa.

“Melestarikan bahasa Jawa itu penting. Bawalah bahasa daerah, junjunglah bahasa Indonesia, dan kuasailah bahasa asing,” tandasnya. (zia/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#anak muda #regulasi #bahasa indonesia #bahasa jawa #punah