Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Usai Viral Ayam Goreng Widuran, Solo Fokus Pulihkan Citra Kota Toleran

Silvester Kurniawan • Sabtu, 31 Mei 2025 | 02:56 WIB

Festival Kuliner di Solo Februari lalu. (M Ihsan/Radar Solo)
Festival Kuliner di Solo Februari lalu. (M Ihsan/Radar Solo)
 

RADARSOLO.COM– Wali Kota Solo Respati Ardi menanggapi serius dampak viralnya fenomena Ayam Goreng Widuran yang sempat memicu sentimen negatif di media sosial. Di tengah momen libur panjang akhir Mei, Respati mengajak seluruh warga Solo untuk kembali memperkuat citra positif kota melalui semangat kebersamaan dan kerukunan antargolongan.

Menurut Respati, pasca insiden yang viral tersebut, muncul narasi-narasi adu domba di media sosial yang justru berasal dari pihak luar Solo.

Baca Juga: Wisata Kuliner di Klaten! Ini 7 Restoran Hidden Gem dengan Suasana Berrbeda, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

“Padahal di Solo sudah damai. Kita juga sudah bertemu langsung dengan pihak pemilik usaha, persoalannya sudah selesai secara kekeluargaan,” tegasnya, Jumat (30/5).

Namun, ia mengakui bahwa kejadian tersebut tetap meninggalkan jejak di ruang publik digital. Berbagai komentar negatif bermunculan, sebagian besar bukan dari warga lokal, melainkan dari luar Solo yang tidak tahu kondisi sebenarnya.

“Yang komen di medsos justru bukan orang Solo. Ini perlu diluruskan supaya masyarakat tahu bahwa Solo tetap aman dan rukun,” ujarnya.

Baca Juga: Kuliner: Angkringan View Indah Tengah Sawah di Sukoharjo, jadi Ruang Bertukar Cerita dan Perjuangan

Respati menilai ada oknum atau kelompok tertentu yang sengaja ingin menurunkan nama baik Kota Solo dengan memainkan isu intoleransi. Ia menyebut upaya seperti itu nyata dan harus ditangkal bersama.

“Ada kelompok yang tidak suka jika kita hidup damai dalam kebhinekaan. Mereka ada dan nyata di media sosial maupun kanal berita,” kata Respati.

Baca Juga: Wisata Edukasi dan Kuliner di Omah Kelinci Karangpandan, Cocok untuk Keluarga

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Dalam laporan Setara Institute terkait Indeks Kota Toleran 2024, Solo tercatat mengalami penurunan peringkat dan tak lagi masuk dalam sepuluh besar kota paling toleran, padahal sebelumnya sempat menjadi langganan daftar tersebut.

“Saya sudah menugaskan Kesbangpol untuk menyusun program agar Solo bisa kembali masuk, syukur-syukur ke lima besar. Ini penting untuk menunjukkan wajah toleran Solo yang sesungguhnya,” tegasnya.

Baca Juga: Yuk Wisata Kuliner di Klaten! Ini Daftar Tempat Makan dan Oleh-oleh Khas Klaten, Wajib Dicoba saat Libur Lebaran

Di tengah polemik tersebut, Respati berharap momentum long weekend bisa menjadi titik balik, sekaligus pengingat bahwa Solo adalah kota dengan semangat gotong royong dan kebhinekaan yang tinggi.

“Mari tunjukkan bahwa Solo tetap harmonis dan terbuka. Wisata kuliner, budaya, dan kehidupan masyarakatnya tetap jadi daya tarik utama,” ujarnya. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#Ayam Widuran #wali kota solo #intoleransi #toleran