RADARSOLO.COM-Sebanyak 750 peserta dari sembilan lembaga pendidikan dan komunitas disabilitas mengikuti kegiatan Walk for Autism (WFA) 2025 yang digelar oleh Junior Chamber International (JCI) Solo di Pamedan Pura Mangkunegaran, Minggu (1/6/2025).
Mengusung tema "Steps to a Brighter Future", kegiatan ini bukan hanya ajang jalan sehat biasa.
Melainkan menjadi simbol kebersamaan dan dukungan nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus, keluarga, guru, dan komunitas inklusi.
Peserta berasal dari SLB Negeri Surakarta, SLB Mitra Ananda, SLB Alamanda, SLB Anugerah.
Berikutnya Sekolah Alam Aminah, Sekolah Alam Surya Mentari, Sekolah Lazuardi Kamila, Forum Tunas Mekar, dan PIK POTADS Jawa Tengah.
Mangkunegara X Hadir, Dukung Inklusi Anak Berkebutuhan Khusus
Acara dibuka langsung oleh Pengageng Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan kolaborasi semua pihak.
“Kita di sini untuk maju bersama, merayakan kebersamaan, dan semoga ini menjadi awal kolaborasi yang baik antara Mangkunegaran, JCI, dan pemerintah kota (Solo),” ujar Mangkunegara X.
Dari Solo untuk Indonesia: Gerakan Nasional Kesadaran Autisme
Presiden JCI Solo William Sandika mengatakan, WFA bukan hanya soal jalan sehat dan pentas seni.
“Kami ingin menciptakan awareness yang lebih luas tentang autisme, down syndrome, dan anak-anak berkebutuhan khusus lainnya,” terangnya.
Kegiatan ini menjadi simbol dukungan inklusif lintas komunitas dan langkah nyata menjadikan Solo sebagai kota ramah disabilitas.
Sementara itu, Presiden Nasional JCI Indonesia Budiman Kusmanto menjelaskan, WFA telah menjadi gerakan nasional yang tersebar di banyak kota.
“Tahun lalu digelar di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Tahun ini, juga hadir di Sumatra Barat dan Solo,” jelas Budiman.
Menurutnya, misi utama WFA adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang autisme dan disabilitas.
Sekaligus memberikan dorongan agar pemerintah mempercepat kebijakan inklusif dan fasilitas publik yang ramah difabel.
Budiman juga menyebutkan bahwa WFA telah mendapat pengakuan internasional, dengan memenangkan Best Community Project se-Asia Pacific pada konferensi JCI di Kamboja tahun lalu.
“Ini bukan sekadar kegiatan, tapi gerakan berkelanjutan yang berdampak nyata,” tandasnya. (zia/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono