Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sudah Setahun Beroperasi, Pasar Mebel Mojo Solo Tak Kunjung Diresmikan , Ini Masalahnya

Silvester Kurniawan • Selasa, 3 Juni 2025 | 01:56 WIB
Pasar Mebel Mojo dengan bangunan baru. (M Ihsan/Radar Solo)
Pasar Mebel Mojo dengan bangunan baru. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sudah lebih dari setahun Pasar Mebel Mojo di Jebres digunakan para pedagang, namun hingga kini belum juga diresmikan secara formal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Dinas perdagangan mengaku kondisi ini terjadi karena keterbatasan anggaran untuk kegiatan seremonial.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Agus Santoso mengatakan bahwa fokus instansinya saat ini lebih pada upaya promosi produk daripada sekadar seremoni. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat peresmian pasar tak menjadi prioritas.

“Yang penting bukan seremonialnya, tapi bagaimana kita bisa bantu promosinya. Karena kalau untuk acara, kita harus lihat dulu anggarannya,” jelas Agus, Senin (2/6).

Pasar Mebel Mojo sendiri dibangun untuk merelokasi pedagang dari pasar lama, namun hingga kini geliat transaksi masih belum setara dengan saat mereka berada di lokasi sebelumnya.

Menanggapi sorotan DPRD Kota Surakarta dalam LKPj 2024 terkait rendahnya omzet pedagang, Agus mengakui bahwa aktivitas jual beli di Pasar Mebel Mojo masih lesu. Untuk itu, dinas perdagangan kini berupaya melakukan promosi secara informal lewat jejaring internal maupun media sosial.

“Kami sering menyarankan ke rekanan, keluarga, kolega agar belanja mebel ke sana. Sosialisasi di media sosial juga terus kami dorong,” tambahnya.

Agus juga mengatakan akan mengoordinasikan beberapa aspek teknis untuk meningkatkan kunjungan ke pasar, seperti akses masuk yang kurang strategis karena hanya satu pintu dan terhalang median jalan.

“Kami akan komunikasikan dengan dinas terkait, karena harus ada kajian andalalin dulu,” imbuhnya.

Sejumlah pedagang mebel menyebut relokasi ke tempat baru ini membuat mereka harus “babat alas” alias memulai dari nol. Lokasi yang bukan jalur utama dan minim eksposur dianggap sebagai penyebab utama penurunan omzet.

“Omzet jelas turun, jauh dibandingkan saat masih di tempat lama. Di sini kami harus bangun pasar dari awal lagi,” keluh Bobby, salah satu pedagang mebel.

Para pedagang berharap ada solusi konkret dari Pemkot agar Pasar Mebel Mojo tak hanya jadi bangunan baru, tapi juga hidup secara ekonomi. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Pasar Mebel Mojo #seremonial #anggaran #dinas perdagangan