RADARSOLO.COM–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo KH. Abdul Aziz Ahmad wafat, Minggu (8/6.2025).
Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua PCNU Kota Solo HM Mashuri.
KH Abdul Aziz Ahmad meninggal dunia pada pukul 16.00 di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan.
“Beliau tidur di kamar, lalu diketuk oleh putranya tetapi tidak ada jawaban. Ketika putranya masuk, Pak Kyai sudah tidak merespon. Beliau meninggal di rumah dan telah dipastikan oleh dokter dari NU,” ujar Mashuri.
Kepergian KH Abdul Aziz Ahmad mengagetkan banyak pihak, termasuk Mashuri, yang sudah bekerja sama dengan almarhum selama tiga periode di kepengurusan PCNU.
Mashuri menyebutkan bahwa ia baru beberapa hari sebelumnya bertukar pesan dengan almarhum lewat WhatsApp dan seharusnya bertemu di kantor PCNU setelah Salat Idul Adha, namun batal karena harus keluar kota.
“Pada Jumat (6/6), beliau masih menjadi imam Salat Idul Adha di Balaikota Solo. Sorenya, beliau menuju kantor NU, tetapi saya tidak sempat bertemu karena harus keluar kota," kenang Mashuri.
"Ini benar-benar membuat kami kaget, sebab setahu saya beliau tidak sakit. Tiba-tiba, saya mendengar kabar duka ini,” ungkapnya.
Kepergian KH Abdul Aziz Ahmad memberikan duka mendalam bagi keluarga dan banyak orang yang mengenalnya.
Almarhum yang berusia 63 tahun meninggalkan satu istri, empat anak, dan tiga cucu.
Jenazah ketua MUI SOLO disalatkan di Masjid Al Muayyad Mangkuyudan dan langsung dimakamkan Minggu malam di Astana Pencol, Randusongo (Gerih), Ngawi, Jawa Timur.
“Beliau adalah orang alim dengan ilmu yang luar biasa. Tidak salah beliau terpilih menjadi ketua MUI Solo," terang Mashuri.
"Kami merasa kehilangan sosok yang sangat sabar, yang banyak mengajari saya tentang ilmu agama. Beliau adalah panutan kami semua,” pungkas ulama yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Solo itu. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono