RADARSOLO.COM - Insiden warga Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Solo yang mengamuk dan merusak fasilitas di Balai Kota Solo menjadi pelajaran berharga bagi pemkot.
Kejadian tersebut mendorong dilakukannya evaluasi dari sisi keamanan kompleks Balai Kota Solo dan aset-aset vital pemerintah.
Walikota Solo Respati Ardi menjelaskan, gedung pemerintahan di Solo, termasuk balai kota mengusung prinsip open space atau ruang terbuka.
Hal tersebut memungkinkan masyarakat dapat mengakses area pelayanan dengan mudah.
“Ini menjadi catatan penting bagi tim pengamanan dan PAMDAL (pengamanan dalam). Dengan konsep terbuka, tentu ada kerentanan," terang Respati, Selasa (10/6/2025).
"Tapi bukan berarti kita akan memperketat secara berlebihan. Tidak ada kebijakan pengetatan dalam waktu dekat, hanya SOP pengamanan yang perlu kita evaluasi,” imbuhnya.
Apakah akan ada penambahan personel pengamanan atau CCTV?
Diungkapkan Respati, hal tersebut penting, tapi bukan yang utama.
“Menurut saya bukan pada jumlah personel atau kamera pengawasnya, tapi lebih pada bagaimana standar operasional prosedur (SOP) pengamanan kita dijalankan. Nanti kami evaluasi dan sesuaikan agar insiden serupa tidak terulang,” urai walikota.
Respati juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada proses penegakan hukum, serta langkah pemulihan yang tengah dijalankan pemerintah.
Walikota memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh insiden tersebut.
“Insiden ini memang mengejutkan. Tapi kami akan pastikan bahwa layanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan," jelas Respati.
Baca Juga: Pria Paro Baya Mengamuk di Balai Kota Solo, Ini Deretan Kerusakan yang Ditimbulkan
"Kami mohon masyarakat tetap tenang dan memberi ruang bagi aparat dan tim medis untuk menyelesaikan tahapan-tahapan yang dibutuhkan. Ini sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan jiwa di lingkungan sekitar kita,” lanjut dia.
Seperti yang diketahui, insiden terjadi sejak subuh hingga menjelang siang hari, bertepatan dengan hari cuti bersama, di mana aktivitas pelayanan di kantor Dispendukcapil memang sedang tidak berjalan. Pelaku sendiri masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. (atn/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono