Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Kebakaran Teh Tarik 88 Solo Bermula dari Suara Mendesis, Asap Tebal dan Minimnya Ventilasi Jadi Tantangan Dinas Damkar

Antonius Christian • Jumat, 13 Juni 2025 | 05:11 WIB
Petugas Dinas Damkar Solo berjibaku dengan asap tebal usai kebakaran di kedai Teh Tarik 88, Singosaren, Kemlayan, Serengan, Solo, Kamis (12/6/2025) malam.
Petugas Dinas Damkar Solo berjibaku dengan asap tebal usai kebakaran di kedai Teh Tarik 88, Singosaren, Kemlayan, Serengan, Solo, Kamis (12/6/2025) malam.

RADARSOLO.COM - Kebakaran yang terjadi di kedai Teh Tarik 88 yang berada di kawasan Singosaren, tepatnya Jl Dr Radjiman, Kemlayan, Serengan, Solo, Kamis (12/6) malam, berasil ditangani Dinas Damkar Solo.

Menurut laporan yang diterima Dinas Damka Solo, insiden terjadi sekitar pukul 19.50 WIB.

Saat itu, kedai baru mulai beroperasi dan jumlah pengunjung belum terlalu banyak.

Ketika sibuk bekerja, beberapa karyawan Teh Tarik 88 mendengar suara mendesis dari area dapur.

Lalu muncul api yang tiba-tiba menyala dari sekitar tabung gas elpiji.

Komandan Regu Pleton C Dinas Damkar Solo Riyanto menjelaskan, dugaan sementara sumber api berasal dari kebocoran gas elpiji.

“Berdasarkan keterangan awal dari pegawai kedai, ada kebocoran pada tabung gas di dapur. Api cepat menyambar kitchen set dan peralatan lainnya yang mudah terbakar,” ujar Riyanto di lokasi kejadian.

Dalam kejadian itu, Damkar Solo mengerahkan delapan unit mobil damkar ke lokasi, yang juga dikenal sebagai tempat nongkrong favorit anak muda Solo alias anak gaul Surakarta (agata) itu.

Tak lebih dari 10 menit, kobaran api berhasil dilokalisir dan dipadamkan, sebelum sempat menjalar ke area lain kedai maupun bangunan sekitarnya.

"Respons cepat ini sangat menentukan. Jika terlambat sedikit saja, api bisa menyebar lebih luas, mengingat posisi kedai berada di deretan ruko yang cukup rapat," lanjut Riyanto.

Namun demikian, petugas menghadapi tantangan lain. Yakni kepulan asap tebal yang memenuhi hampir seluruh area dalam kedai.

Struktur bangunan yang minim ventilasi membuat asap terperangkap dan membahayakan keselamatan, meski api telah padam.

Petugas pun harus menggunakan satu unit blower besar untuk membantu mengeluarkan asap dari dalam ruangan.

“Asap cukup pekat karena dapur yang terbakar berada di area tertutup. Kami pakai blower untuk menguras sisa asap supaya tidak membahayakan,” ungkap Riyanto.

Upaya ini dilakukan hingga kondisi dalam kedai dinyatakan aman dan bebas dari sisa gas atau asap yang bisa mengganggu pernapasan.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini.

Seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri saat insiden berlangsung.

Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian dan manajemen kedai.

Riyanto pun mengimbau agar pemilik usaha kuliner lebih memperhatikan keamanan instalasi dapur, terutama pada penggunaan gas elpiji dan sistem ventilasi.

"Ini jadi pelajaran penting bagi semua, khususnya tempat makan yang menggunakan kompor gas. Pemeriksaan rutin dan pemasangan sistem keamanan seperti detektor gas bisa menjadi langkah antisipatif yang vital," tutup Riyanto. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tempat nongkrong #teh tarik #serengan #damkar solo #kebakaran #tabung gas elpiji #Singosaren