RADARSOLO.COM - PDAM Kota Solo memastikan bahwa pemindahan jaringan air bersih yang sedang dilakukan di Jalan RE Martadinata tidak akan mempengaruhi masa pengerjaan pengaspalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Solo.
Selain itu, mereka juga memastikan bahwa layanan air bersih untuk masyarakat tidak akan terganggu selama pemindahan jaringan berlangsung.
Direktur Utama PDAM Kota Solo Agustan mengungkapkan, pemindahan jaringan air bersih ini sejalan dengan pekerjaan pengaspalan di jalan tersebut.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyamakan waktu pengerjaan di lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Karena jaringan pipa yang lama sering bocor, akhirnya kami memutuskan untuk memperbaiki sekaligus,” ucap Agustan.
Dijelaskan lebih lanjut, jaringan air bersih yang dipindahkan merupakan jaringan lama yang telah berfungsi sejak tahun 1920.
Jaringan ini sering mengalami kebocoran, sehingga memerlukan perbaikan berkala.
Karena posisi jaringan berada di tengah Jl RE Martadinata, perbaikan mengharuskan pembongkaran jalan.
Oleh karena itu, PDAM memutuskan untuk membangun jaringan baru di sisi jalan agar perbaikan tidak mengganggu jalan utama.
"Lokasinya ada di tengah jalan, jadi kami buatkan jaringan baru di sisi jalannya, supaya jika ada kendala, tidak perlu membongkar tengah jalannya," jelas Agustan.
Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan jaringan air bersih ini diperkirakan selama tiga bulan, yang sesuai dengan waktu pengerjaan pengaspalan oleh Pemkot Surakarta.
PDAM memastikan bahwa pemindahan jaringan pipa tidak akan mengganggu layanan air bersih kepada masyarakat sekitar.
“Setelah semuanya siap, kita tinggal koneksikan. Nanti jaringan yang lama akan dibongkar setelah terkoneksi. Kami pastikan layanan air bersih tetap berjalan lancar untuk warga sekitar,” papar Agustan.
Sebagai informasi, pada 12 Juni 2025, berbagai pihak terkait seperti PDAM, DPUPR, dan Dinas Perhubungan melakukan evaluasi karena pekerjaan fisik infrastruktur jalan telah dimulai sejak 2 Juni 2025.
Dua proyek yang digarap di ruas Jl RE Martadinata ini diperkirakan akan rampung pada September 2025.
"Walaupun ada beberapa segmen pekerjaan, rekayasa lalu lintas tetap akan dibuat satu arah selama pengerjaan. Hasil evaluasinya menunjukkan adanya peningkatan kepadatan di Simpang Balong, Simpang Warung Pelem, dan sekitarnya pada jam tertentu, namun biasanya bisa diurai dengan cepat," ungkap Kepala Dinas Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Surakarta Mudo Prayitno. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy