Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Surakarta Belum Memenuhi Target Kunjungan Pasien

Antonius Christian • Senin, 16 Juni 2025 | 23:30 WIB
FASILITAS BERSTANDAR: Pengecekan kondisi salah satu pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Surakarta, Senin (16/6/2025)
FASILITAS BERSTANDAR: Pengecekan kondisi salah satu pasien di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Surakarta, Senin (16/6/2025)

RADARSOLO.COM – Meski telah berdiri selama dua tahun dan dilengkapi berbagai fasilitas medis, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat IV Surakarta nyatanya masih belum memenuhi target kunjungan pasien.

Hal ini diungkapkan Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus menjelaskan, tingkat keterisian ruang rawat inap bahkan masih jauh dari ideal, hanya berada di angka sekira 40 persen.

Dia menjelaskan, rumah sakit yang berada di wilayah strategis Kota Solo ini sejatinya telah memiliki pelayanan kesehatan yang cukup lengkap dan bahkan melebihi standar rumah sakit tingkat IV.

Jika mengacu pada ketentuan, rumah sakit tingkat IV cukup memiliki empat dokter spesialis dasar, yaitu anak, penyakit dalam, bedah, dan kebidanan. Namun, Rumkit Bhayangkara Surakarta telah melampaui itu.

“Saat ini kami memiliki lebih dari 20 dokter spesialis. Ada spesialis kulit dan kelamin, saraf, THT, rehabilitasi medik, psikiatri bahkan forensik. Dokter-dokter ini tidak hanya berkualitas, tetapi juga sudah dikenal oleh masyarakat,” papar di sela-sela acara bakti kesehatan di rumkit tersebut Senin (16/6). 

Dari sisi fasilitas, rumah sakit ini dilengkapi dengan instalasi gawat darurat (IGD) yang buka 24 jam, laboratorium klinik, rontgen, ruang rawat inap yang baru dan nyaman, hingga layanan rehabilitasi medik.

“Untuk pasien stroke misalnya, kami sudah siap menanganinya di sini. Fasilitas kami sudah melebihi standar rumah sakit tipe IV, tetapi sayangnya masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa fasilitas ini tersedia dan bisa diakses,” ucap Agustinus.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan terobosan agar pelayanan rumah sakit ini lebih menarik bagi masyarakat. Salah satunya, dengan memberikan pelayanan lebih bagi peserta BPJS.

“Secara formal, BPJS hanya menanggung kelas 3. Namun kami berinisiatif memberi peningkatan layanan ke kelas 2, bahkan kelas 1, tanpa penambahan biaya. Ini semata-mata agar masyarakat bisa merasakan kenyamanan lebih dan menjadi daya tarik agar rumah sakit ini lebih cepat dikenal,” imbuhnya.

Saat ini, Rumah Sakit Bhayangkara Surakarta juga telah resmi menjadi rumah sakit rujukan. Itu artinya, rumah sakit ini menerima pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, poliklinik swasta, serta poliklinik milik Polres atau institusi lain.

Namun, meskipun sudah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, jumlah pasien yang datang masih di bawah ekspektasi.

“Gedungnya masih baru, fasilitas lengkap, dokter spesialis tersedia, dan pelayanannya nyaman. Sayang sekali jika rumah sakit ini tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Solo dan sekitarnya,” tegas Agustinus.

Disisi lain, dalam Kegiatan Bakti Kesehatan yang digelar bersamaan ini menurutnya bukan hanya sebagai bentuk pengabdian sosial, tetapi juga media promosi layanan rumah sakit.

Dalam kegiatan ini, disediakan layanan pengobatan umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, screening TBC dengan mobil rontgen, pemeriksaan gigi, konsultasi stunting, donor darah, hingga sunatan massal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara Surakarta ini terbuka untuk semua kalangan. Baik masyarakat umum, pekerja lapangan, maupun komunitas tertentu bisa mendapatkan layanan yang bermutu di sini. Karena itu, kami harap dari kegiatan ini ada dampak jangka panjang untuk peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit ini,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Dia menekankan bahwa Rumkit ini merupakan salah satu bentuk layanan Polri selain penegakkan hukum.

"Jadi kita ingin memberikan yang maksimal bagi masyarakat. Sehingga masyarakat, khususnya Solo bisa benar-benar mendapatkan manfaatnya," pungkasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#solo #bhayangkara #rumah sakit #kesehatan #Fasilias