Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sopir Truk Pendemo Kebijakan ODOL Rusak Ambulans di Ringroad Solo, Ini Kronologis dan Kelanjutan Kasus Tersebut

Antonius Christian • Jumat, 20 Juni 2025 | 03:00 WIB
Sejumlah driver ambulans dari berbagai elemen berkumpul di  usai adanya insiden sopir truk rusak sebuah mobil ambulans di Ring Road Solo
Sejumlah driver ambulans dari berbagai elemen berkumpul di usai adanya insiden sopir truk rusak sebuah mobil ambulans di Ring Road Solo

RADARSOLO.COM  - Aksi perusakan ambulans oleh sejumlah sopir truk yang terlibat dalam penolakan kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Jalan Ringroad, Solo, akhirnya menemui titik terang.

Setelah kejadian yang sempat viral di media sosial, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai.

Keputusan damai ini tercapai setelah pertemuan antara komunitas ambulans dan sopir truk yang terjadi pada Kamis (19/6) sore, di tengah-tengah aksi yang berlangsung.

Peristiwa perusakan ambulans yang terjadi ketika kendaraan tersebut melintas di ruas jalan Ringroad sempat mengundang kecaman dari banyak netizen. Aksi ini viral setelah tersebar di berbagai akun media sosial, memicu perhatian luas terhadap insiden yang terjadi.

Saat kejadian, Muhammad Fursan Ali, pengemudi ambulans yang armadanya dirusak, menjelaskan bahwa dia awalnya tengah dalam perjalanan untuk menjemput pasien yang dirawat di Rumah Sakit Dr. Oen Solo, Kandang Sapi.

“Pasiennya orang Sragen, dua orang. Pagi saya antara ke sana (rumah sakit), kemudian saya balik ke Sragen. Siang saya dihubungi keluarga pasien yang saya hantar itu, mengabari kalau sudah selesai perawatannya, terus minta dijemput untuk dihantar pulang,” ujarnya.

Fursan awalnya berencana melintas melalui Palur, namun jalan yang penuh sesak dengan kendaraan truk memaksanya untuk memilih jalur alternatif di ringroad.

Tanpa disadari, area tersebut ternyata menjadi pusat aksi damai sopir truk yang menentang kebijakan ODOL. Akibatnya, truk-truk yang sebelumnya berada di bahu jalan tiba-tiba melakukan blokade jalan.

Dengan terburu-buru, Fursan mencoba melintasi blokade dan menyalakan sirene darurat untuk memberi tanda agar jalan dibuka. Namun, massa yang tidak terima dengan aksinya, mulai mengepung ambulans dan menggedor-gedor kendaraan tersebut.

"Pada saat itu, ada massa yang mungkin tidak terima. Saya sempat juga dicegat oleh beberapa orang, tapi untungnya ada pihak berwajib yang menyuruh saya terus jalan sehingga bisa masuk ke keramaian," kenangnya.

Namun, tak lama setelah berhasil melintas beberapa meter, Fursan kembali dicegat.

Tidak hanya itu, massa yang menggedor-gedor kendaraannya. "Tidak tahunya berapa orang. Banyak yang jelas. Kondisinya chaos. Saya sempat emosi juga, tapi pihak sana lebih banyak," ujarnya.

“Tapi tadi cekcok saya tetap di dalam ambulans. Karena ada pihak berwajib yang meminta saya untuk tetap di dalam sambil membukakan jalan untuk saya bisa jalan lagi,” kata dia.

Tindakan tersebut menyebabkan kaca spion ambulans pecah dan bagian bodi ambulans mengalami lecet di beberapa tempat. Beruntungnya, Fursan dan rekannya di ambulans selamat tanpa cedera.

"Alhamdulillah untuk driver dan co, aman tidak terjadi apa-apa," ujarnya.

Menanggapi kejadian ini, Fursan menambahkan bahwa pihak kepengurusan komunitas ambulans telah bertemu dengan perwakilan komunitas sopir truk untuk meminta pertanggungjawaban atas perusakan tersebut.

"Tadi sempat audiensi, pihak komunitas sopir truk sudah meminta maaf dan janji akan mengganti rugi. Kalau bisa ya ini diselesaikan secara kekeluargaan. Tinggal ini mencari para pelaku," tutupnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#Ring Road #ODOL #truk