Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tradisi Mistis Malam Satu Suro di Solo Kembali Digelar, Ini Jadwal Lengkapnya

Silvester Kurniawan • Sabtu, 21 Juni 2025 | 03:44 WIB
Kebo Bule diarak dalam prosesi Malam 1 Suro, tahun lalu.
Kebo Bule diarak dalam prosesi Malam 1 Suro, tahun lalu.

RADARSOLO.COM - Kirab Pusaka Malam Satu Suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta dipastikan kembali digelar meriah pada Kamis (26/6) malam.

Tradisi sakral ini akan diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta yang turut menyemarakkan momen pergantian Tahun Baru Jawa 1 Sura 1959 Jimawal.

Adik Raja Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo, menjelaskan bahwa bulan Suro tahun ini kembali diisi dengan berbagai kegiatan adat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dimulai dari Kirab Pusaka, dilanjutkan Labuhan Sekawan di empat titik sakral—Gunung Lawu, Gunung Merapi, Pantai Parangkusumo, dan Hutan Krendowahono—hingga ditutup dengan pentas wayang kulit semalam suntuk.

“Khusus Malam Suro nanti, ada lima kegiatan utama: doa bersama, kirab pusaka, salat kajad di Masjid Pujasana, meditasi di Bandengan, dan salat subuh,” jelas Gusti Dipo.

Kirab Pusaka akan dimulai tepat pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, dengan rute khas dari Keraton Surakarta – Alun-alun Utara – Gladag – Loji Wetan – Pasar Kliwon – Gemblegan – Nonongan – Gladag – kembali ke keraton. Seperti biasa, Kerbau Pusaka (Kebo Bule) Kyai Slamet akan menjadi cucuk lampah (pembuka kirab), dan tahun ini sebanyak 5–7 ekor kerbau telah disiapkan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Surakarta juga sedang menggodok konsepuntuk menyukseskan acara ini.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengungkapkan rencananya untuk melibatkan pelajar serta warga kelurahan agar semangat Malam Satu Suro bisa lebih inklusif dan dirasakan semua kalangan.

“Suro itu semestinya menjadi milik bersama, bukan hanya milik simbol-simbol budaya. Masyarakat bisa diajak melalui sanggar seni, anak-anak sekolah, hingga warga kelurahan,” ujar Respati.

Konsep kolaboratif ini diharapkan mampu menyatukan elemen tradisi keraton dengan semangat partisipatif masyarakat kota modern, membuat Malam Satu Suro tak hanya sakral, tapi juga semarak dan menyentuh lintas generasi. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#kirab #kebo bule #malam 1 suro