Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sampah Overload, Produksi PLTSa di TPA Putri Cempo SOlo Masih Minim

Silvester Kurniawan • Sabtu, 21 Juni 2025 | 04:32 WIB

 

PROBLEM: Produksi listrik di PLTSa TPA Putri Cempo belum maksimal sehingga belum mampu mengurai gunungan sampah.   
PROBLEM: Produksi listrik di PLTSa TPA Putri Cempo belum maksimal sehingga belum mampu mengurai gunungan sampah.  

RADARSOLO.COM – DPRD Kota Solo mengkritik operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo yang dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan tumpukan sampah.

Meskipun PLTSa yang mulai beroperasi sejak Oktober 2023 ini diharapkan dapat mengolah hingga 545 ton sampah per hari, saat ini hanya mampu mengolah sekitar 80 ton sampah setiap harinya, jauh dari target yang diharapkan.

Wakil Ketua I DPRD Kota Solo Daryono mengatakan, pihaknya sudah melakukan kunjungan ke TPA Putri Cempo untuk mengevaluasi operasional PLTSa.

"Seharusnya dengan adanya PLTSa ini sampah di TPA Putri Cempo bisa berkurang, namun kenyataannya belum ada progres signifikan," ujar Daryono.

Daryono juga mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kota Solo setiap harinya mencapai 380 hingga 400 ton, sementara kapasitas pengolahan PLTSa masih jauh dari angka tersebut.

"Kami meminta pengelola PLTSa untuk segera menambah lini produksi sehingga pengolahan sampah bisa mencapai 450 ton per hari. Rencananya, mereka akan meningkatkan kapasitas menjadi 250 ton per hari pada Agustus," tambah Daryono.

Selain kapasitas pengolahan yang terbatas, TPA Putri Cempo juga menghadapi masalah overload sampah.

Hal ini menjadi perhatian serius DPRD karena kebijakan pemerintah pusat yang berencana untuk mengalihkan sampah dari daerah lain ke TPA ini.

"Jika PLTSa tidak berfungsi maksimal, maka sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo akan terus menumpuk," ujar Daryono.

Politikus PKS ini juga menambahkan, meskipun PLTSa berjanji akan mampu menghasilkan 8 megawatt listrik dari 545 ton sampah, kenyataannya hingga kini pengolahan sampah masih terbatas.

Bahkan, proses pemilahan sampah yang masih dilakukan secara manual dinilai menjadi hambatan, karena banyak alat pemilah yang masih menggunakan metode lama, sementara teknologi modern sudah banyak tersedia.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan, masalah overload sampah di TPA Putri Cempo memang memerlukan solusi segera.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait dengan pengelolaan sampah di TPA ini," ujar Astrid.

Ia juga menambahkan bahwa selama ini sebagian besar sampah yang masuk ke PLTSa adalah sampah basah, yang seharusnya sudah dipilah dengan baik sebelum masuk ke fasilitas pengolahan.

Astrid mengungkapkan, adanya rencana untuk melakukan kerja sama dengan daerah lain guna memperluas pengolahan sampah dan membantu mengurangi beban TPA Putri Cempo.

"Kerja sama dengan daerah lain menjadi salah satu upaya untuk memperbesar kapasitas pengolahan sampah di TPA Putri Cempo," tambahnya.

Pemkot bersama DPRD akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan optimalisasi PLTSa untuk mengatasi masalah sampah di kota ini, agar dapat tercapai pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan. (ves/bun)

 

Editor : Niko auglandy
#putri cempo #pltsa #dprd