RADARSOLO.COM - Suasana Kampung Krembyongan, RT 02/RW 07, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari mendadak gempar, Senin (23/6) pagi.
Sesosok mayat laki-laki ditemukan dalam kondisi tertutup sarung di sebuah kebun kosong di sisi barat kampung.
Belakangan diketahui, jenazah tersebut adalah Royhan Zaky, 21, warga Plelen, RT 01/RW 12, Kelurahan Kadipiro, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (19/6) sore.
Penemuan jenazah bermula dari bau menyengat yang tercium oleh salah seorang warga yang tinggal di samping kebun.
Karena penasaran, warga mencoba menelusuri sumber bau.
Saat pencarian dilakukan, salah seorang dari mereka mendapati sesosok tubuh tertutup sarung di pojok kebun.
Saat sarung itu dibuka, tampak sepasang kaki manusia yang sudah membusuk.
“Awalnya tercium bau bangkai. Kebetulan rumah warga itu bertingkat, lalu mereka coba cari ke dalam rumah, tapi tak ketemu sumbernya. Akhirnya dicek ke kebun sebelah rumah, dan ditemukan mayat di pojokan kebun, tertutup sarung,” terang Lurah Kadipiro Arif Budiman, saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian.
Kabar penemuan mayat itu langsung mengundang kerumunan warga. Pihak kelurahan dan linmas segera melapor ke Bhabinkamtibmas serta unit Inafis Polresta Solo.
Setelah dilakukan pengecekan, keluarga korban yang sebelumnya membuat laporan kehilangan pun langsung datang ke lokasi.
Ayah korban, Sugeng yang diketahui sebagai pegawai di Kecamatan Serengan mengenali putranya dari pakaian dan ciri-ciri fisik.
“Pak Sugeng langsung datang ke lokasi setelah kami hubungi. Setelah dicek, ternyata memang benar itu anaknya, Mas Royhan Zaky, yang dilaporkan hilang sejak Kamis sore,” imbuh Arif.
Menurut penuturan keluarga, Royhan memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sempat menjalani pengobatan.
Sebelum hilang, korban diketahui sedang menjalani ibadah puasa dan sore itu seperti biasa ikut salat berjamaah.
Namun, selepas Ashar, Royhan tidak pulang dan tak diketahui keberadaannya hingga jenazahnya ditemukan lima hari kemudian.
“Kata keluarganya, korban memang punya riwayat gangguan kejiwaan. Sering bingung sendiri, kadang sulit diajak komunikasi. Tapi keluarga sudah ikhlas menerima kepergian almarhum,” ujar Arif.
Jenazah Royhan dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Solo dan dibawa ke RSUD dr. Moewardi untuk pemeriksaan dan proses pemulasaraan.
Sang ayah, Sugeng, turut mendampingi hingga prosesi pemakaman yang rencananya dilakukan hari itu juga.
“Dari kelurahan kami bantu fasilitasi untuk pengurusan administrasi kematian. Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup, dengan pakaian lengkap, dan identik dengan ciri-ciri yang disampaikan keluarga saat melapor,” tandas Arif. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy