RADARSOLO.COM – Jajaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Solo buka suara terkait rencana pelaksanaan Solo Raya Great Sale (SRGS) 2025.
Event yang akan berlangsung sebulan penuh pada 1–31 Juli itu tidak hanya menawarkan potongan harga besar-besaran, tetapi juga dirancang sebagai role model kolaborasi aglomerasi ekonomi Jawa Tengah.
Saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo, Senin (23/6), Ketua Kadin Solo Fery Septha Indrianto menyampaikan bahwa SRGS merupakan bentuk kolaborasi penta helix. Gabungan antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media.
Harapannya bisa menjadi percontohan untuk wilayah ekskaresidenan lain di Jawa Tengah.
“Solo Raya Great Sale ini menjalin kolaborasi. Kepentingan bisnis paling mudah disatukan, tapi kebijakanlah yang paling sulit. Karena itu kolaborasi penta helix menjadi penting,” ujar Fery, didampingi Wakil Ketua M. Farid Sunarto, R.Ay. Febri Dipokusumo, serta Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul.
SRGS 2025 dibuka secara resmi pada 29 Juni di Ngarsopuro, lalu dilanjutkan dengan program belanja selama sebulan penuh. Pemerintah Kota Solo telah menyiapkan diskon 15 persen untuk hotel dan restoran serta potongan harga di seluruh objek wisata yang dikelola Pemkot Solo.
Beberapa daerah di Solo Raya juga akan menyusul menerapkan kebijakan serupa, dengan bentuk dan potensi yang disesuaikan masing-masing wilayah.
“Proses membangun kesepahaman sudah solid. Sinkronisasi kebijakan antardaerah ini penting untuk menguatkan sumber daya di Solo Raya,” tegas Fery.
Dalam pelaksanaannya, SRGS menargetkan perputaran uang hingga Rp 7 triliun. Setiap pembelian minimal Rp 50.000 akan mendapat poin undian, dengan hadiah spektakuler berupa 2 unit mobil, 10 unit motor, dan puluhan hadiah lainnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, SRGS menjadi nafas baru untuk pertumbuhan ekonomi aglomerasi di provinsi yang ia pimpin.
Baca Juga: Begini Ngerinya Dampak Perang Dunia I dan II, Masih Mau Berlanjut ke WW III?
“Kami ingin Solo Raya Great Sale ini menjadi percontohan pengembangan ekonomi aglomerasi di wilayah eks-karesidenan lain di Jawa Tengah,” ujar Luthfi saat menerima audiensi panitia SRGS beberapa waktu lalu.
Dengan model kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari pemerintah provinsi, Solo Raya Great Sale diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Solo Raya sebagai pusat perdagangan strategis di Jawa Tengah. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno