RADARSOLO.COM - Usai kembali mendarat ke Tanah Air usai melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok, Wali Kota Solo Respati Ahmad Ardianto langsung menuju kediaman pribadi Presiden RI Ke-7 Joko Widodo.
Kedatangan Respati ke kediaman Sumber untuk memberikan oleh-oleh. Oleh-oleh yang dimaksud berupa teh khas negeri Tirai Bambu.
Sayangnya, saat mengunjungi kediaman pada Selasa siang (24/6), orang nomor satu di Kota Bengawan itu tidak berhasil bertemu langsung dengan Jokowi.
Respati sendiri tiba di kediaman Presiden sekitar pukul 12.30 WIB.
Namun, karena Jokowi sedang tidak berada di tempat, oleh-oleh itu akhirnya hanya bisa dititipkan kepada salah satu staf rumah tangga.
"Hari ini saya baru saja mendarat dari Jakarta. Jadi, sekalian menyerahkan sedikit oleh-oleh dari Tiongkok. Harapannya, bisa menyampaikan secara langsung hal-hal yang sedang kami jajaki untuk kerja sama antara Solo dan kota-kota di Tiongkok," ujar Respati kepada wartawan di depan kediaman Jokowi.
Respati mengatakan, oleh-oleh yang dia bawa berupa Chinese tea atau teh khas Tiongkok. Menurutnya, teh tersebut dipilih bukan hanya sebagai simbol keramahan, tapi juga karena dikenal punya khasiat untuk kesehatan.
“Kebetulan bapak tidak sedang di rumah, jadi hanya bisa titip oleh-oleh ini. Biar sehat. Saya berdoa semoga bapak panjang umur, sehat selalu, dan segera pulih dari kondisi alergi yang sempat beliau alami,” imbuhnya.
Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo itu diketahui melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok sejak Rabu (18/6) lalu.
Selama di sana, dia menggelar sejumlah pertemuan strategis dengan pemerintah Kota Xi’an. Respati menyebut ads sejumlah bentuk kerja sama yang dibahas dalam lawatan tersebut.
Mulai dari pendidikan vokasi, program Sister School antarpelajar, pertukaran budaya, hingga pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Solo yang berorientasi ekspor.
"UMKM Solo yang sudah naik kelas akan difasilitasi untuk membuka usaha di Xi’an. Ini menjadi peluang besar. Selain itu, yang paling menarik adalah kerja sama di bidang pengobatan. Mereka ingin membuka klinik Traditional Chinese Medicine (TCM) atau pengobatan alternatif Tiongkok di Solo," bebernya.
Menurut Respati, kerja sama ini dinilai potensial untuk memperkaya layanan kesehatan di Kota Bengawan, sekaligus memperkuat jejaring Solo sebagai kota yang terbuka terhadap investasi dan kolaborasi internasional. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy