Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lokananta X Art Music Today: Menyajikan Sensasi Baru dalam Konser Musik dengan Konsep Spasial

Mannisa Elfira • Jumat, 27 Juni 2025 | 03:17 WIB
Wahyu Thoyyib Pambayun dan Gamelan Kalatidha mempersembahkan karyanya. (M Ihsan/Radar Solo)
Wahyu Thoyyib Pambayun dan Gamelan Kalatidha mempersembahkan karyanya. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Konser musik spasial yang dihelat di Lokananta menawarkan pengalaman baru dalam menikmati musik dengan tata suara yang mengelilingi penonton, menciptakan sensasi yang berbeda.

Suasana senyap perlahan mengisi ruangan. Pukul 19.45, dan di tengah keheningan malam, bunyi gamelan mulai terdengar dari segala penjuru, membelai telinga dengan cara yang tak biasa. Tak ada satu arah, tak ada panggung yang menjadi pusat perhatian, suara gamelan menyelimuti ruangan dari setiap sudut, membangkitkan sensasi imersif yang menakjubkan.

Pada Selasa malam (24/6), Lokananta, yang selama ini dikenal sebagai pusat arsip musik Indonesia, berubah menjadi tempat yang menyuguhkan pengalaman baru.

Mengusung tajuk "Konser Musik Spasial", acara ini menyajikan konsep unik yang mengaburkan batas panggung dan penonton. Jika biasanya suara datang dari depan, kali ini, suara gamelan tak hanya datang dari satu atau dua sumber, melainkan mengelilingi penonton, seolah-olah musik tersebut meresap dalam tubuh, mengalir lewat setiap sudut ruang.

“Ini adalah konsep yang baru di Solo,” ujar Erie Setiawan, ketua kolektif sekaligus pimpinan produksi Art Music Today.

Menurut Erie, konsep musik spasial ini memanfaatkan lebih dari sekadar stereo biasa yang kita dengar di konser-konser biasa. Dengan menggunakan setidaknya 12 speaker yang disebar mengelilingi ruang, konsep ini memberikan pengalaman mendalam, di mana penonton bisa mendengarkan musik dari berbagai arah.

Dengan penataan suara yang begitu detail dan sistem speaker yang canggih, konsep ini membuka ruang baru untuk menikmati musik secara lebih imersif. “Ini bukan hanya tentang mendengarkan, tapi juga tentang merasakan musik secara aktif,” tambah Erie.

Sebagai bagian dari konser yang digelar, Wahyu Thoyyib Pambayun bersama Gamelan Kalatidha membawa empat karya yang mengajak penonton berkelana dalam dunia suara gamelan yang murni dan akustik.

Salah satunya adalah Gumrining, sebuah karya yang menggambarkan tetesan air hujan yang jatuh ke aliran sungai, membentuk buih-buih air. Harmoni gamelan yang dibawakan begitu sempurna, memikat dan mengajak penonton merasakan suasana yang diciptakan.

"Saya ingin merasakan bagaimana konsep spasial ini mengubah cara kita mendengarkan gamelan. Seperti merasakan suara itu datang dari segala arah," kata Thoyyib.

Setiap nada yang keluar seolah-olah bergerak bebas di dalam ruang, mengundang pendengaran kita untuk mengaktifkan setiap indra, mengubah cara kita mengapresiasi musik. Kepiawaian gamelan dengan konsep spasial juga memikat penonton yang hadir.

“Pengalamannya sangat berbeda, mendengarkan musik tidak hanya pasif, tetapi secara aktif,” ujar Thoyyib.

Bukan hanya telinga yang terangsang, melainkan seluruh tubuh penonton ikut merasakan alunan musik yang datang dari berbagai sisi. Konsep yang sudah ada sejak 1950-an ini ternyata belum pernah diterapkan di Solo, menjadikannya sebuah pengalaman baru yang tak hanya menggugah telinga, tapi juga hati.

Konser ini bukan hanya tentang musik. Ini adalah sebuah perayaan. Perayaan terhadap seni tradisional gamelan, yang dipadukan dengan teknologi tata suara yang modern. Ditambah lagi dengan lokasi yang penuh sejarah, Lokananta, menjadi pilihan yang tepat.

Lokananta bukan hanya tempat penyimpanan sejarah musik Indonesia, namun kini juga menjadi ruang untuk menciptakan sejarah baru dalam dunia seni.

Bagi Thoyyib, konser ini juga sebuah momentum penting, baik bagi dirinya maupun bagi dunia musik spasial yang mulai diperkenalkan di Solo.

“Ini adalah perpaduan yang sempurna antara gamelan, konsep spasial, dan Lokananta. Momen yang tepat untuk merayakan semua ini,” tambah Thoyyib, yang merasa bahwa pergelaran seperti ini sangat berarti bagi perkembangan musik tradisional di era modern.

Bagi penonton yang hadir, konser ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan, sebuah kesempatan untuk mendengar dan merasakan gamelan dengan cara yang sangat berbeda. Dengan tata suara spasial yang mengelilingi, para penonton dipersilakan untuk tenggelam dalam dunia suara yang membawa mereka lebih dekat dengan esensi musik itu sendiri. (nis/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#gamelan #konser musik #lokananta #seni