Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Topo Bisu Kirab Malam Satu Suro Pura Mangkunegaran Tampak Lebih Sakral, Warga: Mungkin Karena Malam Jumat Kliwon

Silvester Kurniawan • Jumat, 27 Juni 2025 | 09:19 WIB
Kirab Mangkunegaran menyambut malam satu suro
Kirab Mangkunegaran menyambut malam satu suro

RADARSOLO.COM - Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran pada Kamis malam (26/6) berlangsung dengan nuansa jauh lebih sakral dari tahun-tahun sebelumnya.

Banyak warga menyebut aura mistis acara itu semakin kuat karena bertepatan dengan malam Jumat Kliwon.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, prosesi dimulai pukul 20.00 WIB saat KGPAA Mangkunagara X tiba dan memberikan palilah dalem atau perintah untuk memulai Kirab Pusaka.

Sekira pukul 21.00 WIB, kirab resmi diberangkatkan dengan dipimpin oleh GPH Paundrakarna, kakak KGPAA Mangkunagara X.

Hal yang membedakan kirab tahun ini adalah pemadaman seluruh lampu penerangan, baik di area Pamedan Pura Mangkunegaran maupun sepanjang rute kirab.

Hanya cahaya temaram dari lampu minyak yang dibawa peserta kirab yang menyinari jalannya prosesi.

“Apa mungkin karena ini malam Jemuah (Jumat) Kliwon ya, Mas? Makanya kok lebih sakral, lampu-lampunya dimatikan semua. Auranya semakin terasa mistis,” ujar Suroso, warga Kemlayan yang menyaksikan kirab secara langsung.

Tak hanya itu, aturan protokol di dalam Pura juga jauh lebih ketat dari biasanya. Masyarakat umum yang biasanya bisa menyaksikan dari dalam, kali ini hanya diperbolehkan melihat dari halaman luar (Pamedan).

Yang diperbolehkan masuk hanya mereka yang mengenakan busana Jawi Jangkep untuk pria dan kebaya hitam untuk perempuan.

“Nggak boleh masuk, jadi hanya bisa lihat prosesnya dari luar. Ada layar besarnya,” kata Sri Rejeki, warga Triwindu yang rutin menyaksikan kirab tahunan tersebut.

Pura Mangkunegaran sendiri memastikan bahwa meskipun suasananya berbeda, makna utama dari Kirab Pusaka Malam Satu Suro tetap sama—sebagai momen refleksi diri.

“Makna Suro tahun ini kami mengangkat makna Atita, Atiki, Anagata (masa lalu, masa kini, dan masa depan). Di Malam Suro ini kita menjadi manusia yang sejujur-jujurnya, menjadi diri sendiri, dan menyatu dengan alam,” ujar GRA Ancillasura Marina Sudjiwo, kakak perempuan dari KGPAA Mangkunagara X. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#kirab #Pura Mangkunegaran #malam satu suro