RADARSOLO.COM - Perempuan berkerudung yang meloncat dari Jembatan Jurug, Selasa (1/7/2025) iduga kuat merupakan mahasiswi kampus ternama di Kota Solo.
Mahasiswi tersebut berinisial DSA dengan usia antara 22 hingga 23 tahun.
DSA merupakan mahasiswi Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) semester 8 dan berasal dari Temanggung.
Diketahui, DSA meninggalkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi AA 3747 CY.
Serta sebuah tas warna hitam berisi HP dan pesan tulisan tangan.
Berikut isi pesan yang diduga ditulis DSA yang melompat dari Jembatan Jurug:
"Aku pergi ya jangan salahin keluarga atau tempat instansi aku kuliah"
"Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang aku merasa bukan diriku, aku capek".
"Mohon maaf untuk bapak (sebut nama) karena telah mengkhianati dan berjanji untuk bertahan..."
Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa... aku enggak.... Aku capek....Buu,"
"Bu maaf aku tak sekuat ibu".
Lalu apa itu bipolar?
Dikutip dari halodoc.com, gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem.
Mulai dari rasa euforia yang tinggi (mania) hingga kesedihan yang dalam (depresi).
Kondisi ini dapat memengaruhi tingkat energi, konsentrasi, pola tidur, hingga kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bipolar adalah kondisi seumur hidup, namun gejalanya bisa dikendalikan dengan terapi dan pengobatan yang tepat.
Apa Itu Gangguan Bipolar?
Seseorang dengan gangguan bipolar bisa mengalami perubahan suasana hati yang sangat drastis.
Misalnya, dari sangat bersemangat menjadi sangat putus asa hanya dalam waktu singkat.
Perubahan ini juga sering memengaruhi:
- Kebiasaan tidur
- Tingkat energi
- Aktivitas harian
- Kemampuan berpikir dan membuat keputusan
Jenis-Jenis Gangguan Bipolar
Bipolar I
Episode mania berat, bisa disertai depresi.
Gejala sangat ekstrem dan berisiko tinggi.
Bipolar II
Baca Juga: The Power of Kepepet, Masyarakat Sering Merasa Terdesak oleh Berbagai Tekanan dan Ini Solusinya
Mengalami depresi berat dan hipomania (mania ringan).
Tidak separah bipolar I, tapi juga memengaruhi kualitas hidup.
Gangguan Siklotimik
Gejala hipomania dan depresi yang lebih ringan namun berulang.
Bisa berkembang menjadi bipolar I atau II.
Bipolar Campuran
Mania dan depresi terjadi bersamaan.
Contoh: sangat enerjik tapi merasa putus asa.
Bipolar Musiman
Suasana hati berubah tergantung musim.
Depresi cenderung muncul saat musim gugur/dingin.
Bipolar dengan Siklus Cepat
Mengalami 4 episode atau lebih dalam 12 bulan.
Baca Juga: Pasar Triwindu Solo Diserbu Wisatawan, Kebaya Vintage Jadi Incaran Utama Kaum Milenial dan Gen Z
Ada juga kondisi “ultra rapid cycling” (empat kali sebulan).
Apa Itu Mania dan Hipomania?
Mania: Semangat berlebihan, sulit tidur, bicara cepat, ide-ide melonjak, dan bisa bertindak sembrono.
Hipomania: Versi ringan dari mania, tetapi tetap bisa mengganggu aktivitas.
Penyebab Gangguan Bipolar
Faktor Genetik
- Ada riwayat keluarga dengan gangguan bipolar.
- Ketidakseimbangan Neurotransmitter
- Bahan kimia di otak yang mengatur suasana hati terganggu.
- Lingkungan dan Trauma
- Stres berkepanjangan, kehilangan orang tersayang, atau pengalaman traumatis.
- Fluktuasi Hormon
- Perubahan hormon saat hamil, menstruasi, atau menopause.
- Keterbatasan Koping Stres
- Sulit mengelola stres meningkatkan risiko bipolar.
- Konsumsi Alkohol dan Narkoba
- Memicu atau memperparah episode bipolar.
- Gangguan Mental Lain
- Misalnya gangguan kecemasan atau gangguan penggunaan zat.
- Gangguan Tidur
- Perubahan pola tidur bisa menjadi pemicu episode mania/depresi.
Faktor Risiko Gangguan Bipolar
- Mengalami trauma berat di masa lalu.
- Sulit mengelola tekanan hidup.
- Kecanduan zat terlarang.
- Memiliki keluarga dengan riwayat bipolar atau gangguan mood.
Gejala Gangguan Bipolar
Fase Mania:
- Sangat bersemangat, gelisah
- Tidur sebentar tapi tetap enerjik
- Bicara cepat, ide berpacu
- Merasa sangat kuat, berbakat, penting
- Tindakan impulsif (belanja besar-besaran, seks bebas)
Fase Depresi:
- Merasa sangat sedih atau kosong
- Tidur berlebihan atau insomnia
- Kehilangan minat, dorongan seksual menurun
- Sulit konsentrasi, merasa tidak berharga
- Pikiran untuk akhiri hidup
Beberapa orang juga mengalami periode normal di antara dua fase, namun sebagian mengalami perputaran cepat (rapid cycling) atau fase campuran (mixed episode). (atn/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono