Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mahasiswi Kampus Negeri Ternama di Solo yang Lompat dari Jembatan Jurug Tulis "Bipolar" dalam Pesannya, Ini Penjelasannya

Antonius Christian • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:12 WIB
Perempuan yang lompat di Jembatan Jurug Solo dipastikan mahasiswi kampus negeri ternama di Solo. Foto kanan, pesan tulisan tangan.
Perempuan yang lompat di Jembatan Jurug Solo dipastikan mahasiswi kampus negeri ternama di Solo. Foto kanan, pesan tulisan tangan.

RADARSOLO.COM - Perempuan berkerudung yang meloncat dari Jembatan Jurug, Selasa (1/7/2025)  iduga kuat merupakan mahasiswi kampus ternama di Kota Solo.

Mahasiswi tersebut berinisial DSA dengan usia antara 22 hingga 23 tahun.

DSA merupakan mahasiswi Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) semester 8 dan berasal dari Temanggung.

Diketahui, DSA meninggalkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi AA 3747 CY.

Serta sebuah tas warna hitam berisi HP dan pesan tulisan tangan.

Berikut isi pesan yang diduga ditulis DSA yang melompat dari Jembatan Jurug:

"Aku pergi ya jangan salahin keluarga atau tempat instansi aku kuliah"

"Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang aku merasa bukan diriku, aku capek".

"Mohon maaf untuk bapak (sebut nama) karena telah mengkhianati dan berjanji untuk bertahan..."

Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa... aku enggak.... Aku capek....Buu,"

"Bu maaf aku tak sekuat ibu".

Lalu apa itu bipolar?

Baca Juga: Diduga Mahasiswi, Ini Ciri Fisik dan Isi Pesan Tulisan Tangan Perempuan yang Melompat dari Jembatan Jurug Solo

Dikutip dari halodoc.com, gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem.

Mulai dari rasa euforia yang tinggi (mania) hingga kesedihan yang dalam (depresi).

Kondisi ini dapat memengaruhi tingkat energi, konsentrasi, pola tidur, hingga kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Bipolar adalah kondisi seumur hidup, namun gejalanya bisa dikendalikan dengan terapi dan pengobatan yang tepat.

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Seseorang dengan gangguan bipolar bisa mengalami perubahan suasana hati yang sangat drastis.

Misalnya, dari sangat bersemangat menjadi sangat putus asa hanya dalam waktu singkat.

Perubahan ini juga sering memengaruhi:

Jenis-Jenis Gangguan Bipolar

Bipolar I

Episode mania berat, bisa disertai depresi.

Gejala sangat ekstrem dan berisiko tinggi.

Bipolar II

Baca Juga: The Power of Kepepet, Masyarakat Sering Merasa Terdesak oleh Berbagai Tekanan dan Ini Solusinya

Mengalami depresi berat dan hipomania (mania ringan).

Tidak separah bipolar I, tapi juga memengaruhi kualitas hidup.

Gangguan Siklotimik

Gejala hipomania dan depresi yang lebih ringan namun berulang.

Bisa berkembang menjadi bipolar I atau II.

Bipolar Campuran

Mania dan depresi terjadi bersamaan.

Contoh: sangat enerjik tapi merasa putus asa.

Bipolar Musiman

Suasana hati berubah tergantung musim.

Depresi cenderung muncul saat musim gugur/dingin.

Bipolar dengan Siklus Cepat

Mengalami 4 episode atau lebih dalam 12 bulan.

Baca Juga: Pasar Triwindu Solo Diserbu Wisatawan, Kebaya Vintage Jadi Incaran Utama Kaum Milenial dan Gen Z

Ada juga kondisi “ultra rapid cycling” (empat kali sebulan).

Apa Itu Mania dan Hipomania?

Mania: Semangat berlebihan, sulit tidur, bicara cepat, ide-ide melonjak, dan bisa bertindak sembrono.

Hipomania: Versi ringan dari mania, tetapi tetap bisa mengganggu aktivitas.

Penyebab Gangguan Bipolar

Faktor Genetik

Faktor Risiko Gangguan Bipolar

Baca Juga: Profil Irjen Dadang Hartanto, Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79: Jenderal Bintang Dua Lulusan Akpol 1994 yang Bergelar Profesor

Gejala Gangguan Bipolar

Fase Mania:

Fase Depresi:

Beberapa orang juga mengalami periode normal di antara dua fase, namun sebagian mengalami perputaran cepat (rapid cycling) atau fase campuran (mixed episode). (atn/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#melompat #kampus ternama #bipolar #solo #mahasiswi #jembatan jurug #loncat