Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Mahasiswi yang Lompat dari Jembatan Jurug Kuliah di UNS, Hingga Malam Korban Belum Ditemukan

Antonius Christian • Rabu, 2 Juli 2025 | 02:47 WIB
Proses pencarian mahasiswi UNS yang lompat dari atas Jembatan Jurug dan hanyut di Sungai Bengawa Solo, masih terus dilakukan.
Proses pencarian mahasiswi UNS yang lompat dari atas Jembatan Jurug dan hanyut di Sungai Bengawa Solo, masih terus dilakukan.

RADARSOLO.COM - Proses pencarian terhadap DSA, mahasiswi yang melompat dari atas Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo masih terus berlangsung hingga Selasa (1/7/2025) petang.

Tim SAR bersama aparat kepolisian masih menyisir aliran sungai, dari sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir.

“Ini masih dalam proses pencarian. Saya baru saja meninggalkan lokasi Jembatan Jurug,” ujar Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko, Selasa sore.

Berdasarkan penelusuran awal, korban diketahui merupakan mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS).

Namun, Murtiyoko belum membeberkan identitas resmi korban.

Dia hanya menyebut jika petugas menemukan sepeda motor jenis Beat warna merah putih dengan nomor polisi AA 3757 CY dan sebuah tas milik perempuan.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com, korban disebut berinsial DSA, dengan usia antara 22 tahun hingga 23 tahun.

“Yang jelas, korban itu mahasiswi UNS. Tapi terkait masalah pribadi seperti apa, kami belum tahu pasti karena tidak ditemukan kartu identitas sama sekali. Hanya sepeda motor dan tas saja, dan itu sudah kami amankan,” jelas Kapolsek.

Menurut keterangan awal yang diterima polisi, saksi yang merupakan driver ojol saat itu sedang mengantar pesanan dan melihat seorang perempuan berdiri di atas pembatas jembatan.

Namun karena sedang membawa penumpang, ia tidak sempat berhenti.

“Gojek itu lewat, terus dia melihat korban sudah berdiri di pinggir jembatan. Sempat berhenti dan saat melihat kembali ke lokasi, korban sudah tidak ada,” tutur Murtiyoko.

Sontak, pengemudi tersebut langsung menuju pos SAR yang berada di bawah jembatan untuk melapor.

Dari sana, laporan diteruskan ke pihak kepolisian dan proses pencarian segera dilakukan.

Ironisnya, meski arus Sungai Bengawan Solo sedang dalam kondisi tenang dan tidak terlalu deras, korban tetap belum berhasil ditemukan.

“Padahal arusnya kecil banget. Tapi sampai saat ini korban belum ketemu. Kalau nanti malam belum ditemukan, pencarian akan kita perluas sampai ke wilayah Sragen,” terang Murtiyoko.

Dia menambahkan, Tim SAR telah mengerahkan perahu karet dan tim penyelam untuk menyisir lokasi sekitar jatuhnya korban.

Selain itu, pemantauan juga dilakukan dari atas jembatan dan sepanjang bantaran sungai.

Dari tas yang ditemukan, petugas sempat menemukan sebuah buku catatan kecil yang diduga milik korban.

Di dalamnya terdapat tulisan yang diyakini merupakan pesan terakhir dari korban.

“Memang ada pesan yang ditinggalkan, tapi nanti saja kami sampaikan setelah korban ditemukan. Kami masih fokus pada pencarian dulu,” tegas Murtiyoko.

Ia juga menegaskan bahwa semua barang milik korban sudah diamankan dan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

Termasuk untuk membantu mengidentifikasi keluarga korban.

Kepolisian mengimbau warga, terutama yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo dan daerah hilir untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami minta bantuan warga, kalau ada yang melihat sesuatu di sekitar aliran sungai, segera hubungi pos SAR atau kantor polisi terdekat. Sekecil apapun informasi sangat penting,” pungkasnya. (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#uns #lompat #mahasiswi #jembatan jurug #sungai bengawan solo