Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Isi Pesan Terakhir Mahasiswi UNS yang Lompat dari Jembatan Jurug, Minta Jangan Salahkan Kampusnya: Maaf Aku Tak Sekuat Ibu...

Antonius Christian • Rabu, 2 Juli 2025 | 03:07 WIB
Perempuan yang lompat di Jembatan Jurug Solo dipastikan mahasiswi kampus negeri ternama di Solo. Foto kanan, pesan tulisan tangan.
Perempuan yang lompat di Jembatan Jurug Solo dipastikan mahasiswi kampus negeri ternama di Solo. Foto kanan, pesan tulisan tangan.

RADARSOLO.COM - Polisi membenarkan jika DSA, mahasiswi UNS yang lompat dari atas Jembatan Jurug Solo meninggalkan surat atau pesan terakhir di dalam tasnya.

Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko mengatakan, proses pencarian DSA masih terus dilakukan hingga Selasa (1/7/2025) malam.

Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Bengawan Solo dari sekitar lokasi kejadian hingga arah hilir.

"Ini masih dalam proses pencarian," kata dia.

Murtiyoko juga membeberkan jika ditemukan sejumlah barang milik korban yang ditinggalkan sebelum melompat ke Sungai Bengawan Solo. Salah satunya adalah tas.

Dia sendiri belum bersedia membeberkan identitas korban. Sebab, tidak ditemukan kartu identitas apapun dalam tas tersebut.

Adapun berdasarkan informasi yang diterima radarsolo.com, mahasiswi tersebut berinisal DSA, berusia 22 tahun hingga 23 tahun.

Di dalam tas korban juga terdapat buku catatan, di mana tertulis pesan terakhir yang berisi curahan hatinya yang merasa lelah dan putus asa.

Disinggung terkait temuan itu, Murtiyoko masih enggan memberi penjelasan.

Menurut dia, hal itu masih perlu pendalaman. Adapun fokus saat ini adalah melakukan pencarian korban.

“Yang jelas, korban itu mahasiswi UNS. Tapi terkait masalah pribadi seperti apa, kami belum tahu pasti karena tidak ditemukan kartu identitas sama sekali. Hanya sepeda motor dan tas saja, dan itu sudah kami amankan,” jelas Kapolsek.

 

Isi Pesan Terakhir Korban

Diketahui dalam tas korban ditemukan buku catatan.

Dalam buku catatan itu tertulis curahan hati mahasiswi jurusan K3 UNS tersebut.

Di mana dalam pesan terakhir itu, dia meminta agar tidak menyalahkan keluarga maupun kampus tempatnya berkuliah atas pilihan yang dia ambil.

Dia juga merasakan capek dan meminta maaf karena tidak bisa bertahan.

DSA pun secara khusus meminta maaf kepada ibunya.

Berikut isi pesan terakhir DSA:

"Aku pergi ya jangan salahin keluarga atau tempat instansi aku kuliah

Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang aku merasa bukan diriku, aku capek.

Mohon maaf untuk Bp Dr. Sumardiyono S.KM karena telah mengkhianati dan berjanji untuk bertahan...

Tak masalah semua orang bilang yang lain bipolar juga bisa... aku enggak.... Aku capek....Buu,

Bu maaf aku tak sekuat ibu". (atn/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pesan terakhir #uns #lompat #mahasiswi #jembatan jurug #sungai bengawan solo