Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sosok Sumardiyono, Dosen yang Disebut Mahasiswi UNS di Pesan Terakhir Sebelum Lompat dari Jembatan Jurug: Beri Banyak Keringanan, Tapi...

Syahaamah Fikria • Rabu, 2 Juli 2025 | 04:11 WIB

Perempuan yang lompat di Jembatan Jurug Solo dipastikan mahasiswi kampus negeri ternama di Solo. Foto kanan, pesan tulisan tangan.
Perempuan yang lompat di Jembatan Jurug Solo dipastikan mahasiswi kampus negeri ternama di Solo. Foto kanan, pesan tulisan tangan.


RADARSOLO.COM - Universitas Sebelas Maret (UNS) mengklarifikasi satu nama yang disebut dalam pesan terakhir Devitasari Anugraeni, 22, mahasiswi D4 Jurusan K3, yang nekat akhiri hidup lompat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Selasa (1/7/2025).

Diketahui dalam pesan terakhir yang ditulis korban pada buku catatannya, tertulis nama Sumardiyono.

Devitasari meminta maaf kepada Sumardiyono karena tidak menepati janji untuk tetap bertahan.

"Aku pergi ya jangan salahin keluarga atau tempat instansi aku kuliah. Aku hanya bermasalah dengan diriku sendiri. Terkadang aku merasa bukan diriku, aku capek," tulis Devitasai dalam pesan terakhirnya.

"Mohon maaf untuk Bp Dr. Sumardiyono S.KM karena telah mengkhianati dan berjanji untuk bertahan...," imbuh dia.

Lantas siapa Sumardiyono?

Dalam keterangan resminya, Juru Bicara UNS Agus Riwanto menjelaskan, Dr Sumardiyono, SKM, MKes merupakan Dosen Pembimbing Akademik, Dosen Pembimbing Pertama Skripsi, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UNS.

Menurut Agus Sumardiyono dan Kaprodi D4 K3 mengetahui kondisi kejiwaan mahasiswi tersebut.

Mereka juga telah memberikan rekomendasi kemudahan dalam proses penyusunan skripsi.

"Bahkan pernah menyampaikan surat resmi kepada pihak keluarga supaya mahasiswi tersebut istirahat selama 3 bulan," tutur Agus Riwanto, Selasa.

Namun, izin istirahat selama 3 bulan itu justru ditolak Devitasari.

"Namun mahasiswi tersebut memberikan respons penolakan dengan alasan tidak ingin dikasihani," ucap Agus.

Lebih lanjut, Sumardiyono sebelumnnya juga sempat mendapat informasi jika Devitasari kembali ingin melakukan percobaan mengakhiri hidup.

Tepatnya saat yang bersangkutan meminta tandatangan pengesahan skripsi pasca ujian skripsi.

Saat itu, Sumardiyono terus menguatkan Devitasai dan menyatakan bahwa apa yang dicapainya adalah suatu prestasi membanggakan.

"Mahasiswi yang bersangkutan berjanji untuk berusaha membahagiakan keluarga, pembimbing, dan institusi UNS dengan melanjutkan hidup dan menghindari keinginan bunuh diri," tandas Agus Riwanto.

Namun, ternyata Devitasari punya pilihan lain.

Dia nekat lompat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo pada Selasa siang.

Aksinya yang sempat dipergoki driver ojek online (ojol).

Namun, mahasiswi yang telah menyelesaikan skripsi itu nekat melompat.

Hingga Selasa malam, tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian korban. Dengan menyisir aliran Sungai Bengawan Solo dari sekitar lokasi kejadian hingga arah hilir. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#kejiwaan #pesan terakhir #uns #dosen pembimbing #lompat #skripsi #mahasiswi #jembatan jurug #sungai bengawan solo