RADARSOLO.COM – Civitas akademika UNS diselimuti duka.
DAS, mahasiswi D4 Prodi K3 Sekolah Vokasi UNS ditemukan meninggal dunia, Rabu (2/7/2025) siang.
Diketahui, DAS melompat dari Jembatan Jurug, Selasa (1/7/2025).
Warga Temanggung tersebut meninggal sepeda motor dan tas berisi pesan yang ditulis tangan.
Catatan radarsolo.com, kisah pilu tersebut bukan kali pertama terjadi di Jembatan Jurug Solo.
Data yang disajikan ini bukan untuk dijadikan inspirasi melakukan hal serupa.
Lebih ditekankan kepada pengingat bahwa apapun masalah yang dialami setiap individu bisa diselesaikan dengan hati yang tenang dan pikiran jernih.
Ketika mengalami depresi, segera konsultasikan ke psikiater atau layanan kesehatan terdekat.
Berikut rangkuman kisah pilu di Jembatan Jurug berdasarkan catatan radarsolo.com:
18 Januari 2023
Saat pekerja proyek Jembatan Jurug merapikan barikade di Jembatan Jurug C, mereka melihat seorang pria duduk di tepi Jembatan Jurug sisi lainnya.
Ketika ditanya pekerja, THJ, 28, warga Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur tersebut hanya mengatakan sedang duduk-duduk.
Setelah pekerja pergi, terdengar suara benda jatuh di sungai.
Ketika dicek, ternyata, pTHJ yang tadi duduk di tepi jembatan telah melompat.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi dan tim SAR.
Akibat melompat dan menimpa cor semen, THJ tak sadarkan diri dan dievakuasi ke RSUD Dr Moewardi.
Namun sayang, nyawa pria tersebut ternyata tak tertolong.
8 Mei 2024
FH, 18, warga Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, terpantau duduk bersandar di besi bagian bawah Jembatan Jurug pada pukul 05.00.
Relawan SAR langsung melakukan upaya penyelematan.
Sebelumnya, Tim SAR melakukan pemantauan dari arah belakang FH agar tidak menimbulkan kepanikan.
Saat didekati, ternyata FH dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri.
FH kemudian dijemput pihak keluarga.
29 September 2024
KY, 18, warga Wonogiri sudah ancang-ancang loncat dari Jembatan Jurug.
Aksi nekat perempuan berambut lurus itu diketahui pengendara yang melintas.
Orang-orang baik itu berhasil membujuk KY agar turun dari Jembatan Jurug.
Para relawan kemudian mengevakuasi KY ke pos SAR di bawah Jembatan Jurug untuk dipertemukan dengan keluarganya.
13 Desember 2024
Pria tanpa identitas melompat ke derasnya aliran Sungai Bengawan Solo.
Sebelumnya, laki-laki itu terpantau menghentikan sepeda motornya di atas Jembatan Jurug lalu berdiri di tepi .
Saksi yang melihat kejadian itu berupaya mencegah perbuatan nekat tersebut namun si pria telanjur melompat ke Sungai Bengawan Solo. (wa)
21 Januari 2025
NA, siswi SMK di Kota Solo melakukan perbuatan nekat di Jembatan Jurug.
Hasil penyelidikan polisi, NA merasa dikucilkan oleh teman-temannya di sekolah karena NA disebut kerap mem-bully murid lainnya.
Karena merasa dikucilkan, NA mengalami depresi.
NA masih bisa diselamatkan. Polisi memberikan nasihat agar memperbaiki sifat buruknya.
Orang tua NA juga diwanti-wanti agar memberikan perhatian lebih besar
5 Februari 2025
RW, 23, melakukan hal nekat di Jembatan Jurug.
Untungnya, aksi warga Desa/Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen ini berhasil digagalkan sejumlah relawan SAR yang berada di pos bawah Jembatan Jurug.
1 Juli 2025
DSA, mahasiswi UNS meloncat dari Jembatan Jurug. Warga Temanggung yang segera diwisuda itu meninggalkan sepeda motor dan tas berisi buku bertuliskan pesan tulisan tangan.
DSA ditemukan meninggal dunia keesokan harinya. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono