Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

 Wawali Solo Astrid Widayani Ingin Populerkan Aksara Jawa lewat Batik, Jumat Jawi Jangkep juga Siap Diaktifkan

Silvester Kurniawan • Kamis, 3 Juli 2025 | 02:21 WIB
TRADISI: Batik dengan penggunaan aksara Jawa dipopulerkan Batik Mahkota di Kampung Batik Laweyan.
TRADISI: Batik dengan penggunaan aksara Jawa dipopulerkan Batik Mahkota di Kampung Batik Laweyan.

RADARSOLO.COM  Wali Kota Solo Astrid Widayani berkunjung ke Batik Mahkota, Laweyan, Rabu (2/7) siang.

Dalam kunjungan itu, Ditawarkan ide untuk lebih membumikan penggunaan Aksara Jawa melalui media batik dan bangunan bersejarah yang dapat dipelajari di Kampung Wisata Batik Laweyan.

“Hari ini kembali mengunjungi Kampung Batik Laweyan tetapi dengan sudut pandang yang berbeda. Kami ini menggerakkan kembali sebuah semangat belajar untuk menjaga budaya dan tradisi Jawa. Saat ini banyak anak-anak, generasi muda yang sudah jarang menggunakan Bahasa Jawa, jarang menggunakan Aksara Jawa. Ternyata di Batik Mahkota, di Kampung Batik Laweyan ini ada kelas Aksara Jawa, ini bisa kami kemas agar lebih rapi lagi,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Wawali itu

Selain melihat langsung praktik pembelajaran Aksara Jawa dalam media batik, Astrid juga dikenalkan dengan keragaman potensi wisata di Kampung Batik Laweyan.

Banguan kuno dan peninggalan leluhur banyak yang masih kukuh kawasan ini.

Dalam kesempatan itu wawali juga sempat melihat berbagai arsip sejarah yang terdokumentasikan dengan baik oleh para pengrajin batik.

Hal-hal tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan sektor wisata di kawasan kampung batik tersebut.

“Budaya itu dimulai dari kebiasaan. Kemarin banyak masukan dari masyarakat untuk melestarikan Bahasa Jawa. Ini akan saya mulai dari lingkungan terdekat dulu, Jumat Jawi Jangkep, di mana kami tidak hanya mengenalkan Bahasa Jawa untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga bangga menggunakan budaya dan tradisi Jawa. Mulai dari pemakaian blangkon, pakaian batik, dan lainnya. Kemudian di sektor pendidikan tentu akan kami tambahkan untuk memperkuat muatan lokal,” ucap Mbak Wawali.

Merespons gagasan wawali, Pemilik Batik Mahkota sekaligus sesepuh Kampung Wisata Batik Laweyan Alpha Febla Priyatmono mendukung penuh wacana tersebut.

Termasuk ikut menyukseskan program Jumat Jawi Jangkep.

Hanya saja gerakan tersebut diusahakan tidak hanya dilakukan setiap Jumat saja, namun bisa dilakukan setiap hari.

Khususnya dalam mempopulerkan penggunaan bahasa dan aksara Jawa di lingkungan Kampung Wisata Batik Laweyan.

“Kami di Laweyan siap untuk mendukung dalam kehidupan sehari-hari baik dari seni membatik, kuliner, literasi, sejarah, dan pentas budaya. Tadi sudah ada kesepakatan dengan Kecamatan Laweyan terkait pelestarian aksara Jawa melalui tradisi batik. Ini langkah awal untuk ikut menyukseskan Program Jawi Jangkep dari pemerintah kota,” kata Alpha. (ves/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#laweyan #batik