RADARSOLO.COM – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyarankan masyarakat, agar tak ragu mencari pekerjaan di luar negeri. Pernyataan ini menuai sorotan Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto.
Sugeng menilai, saran tersebut harus dilihat secara lebih holistik. Terutama dari sisi kesiapan pemerintah, terkait penyediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengakui, saran Menteri P2MI lahir dari realita minimnya ruang kerja dibandingkan jumlah pencari kerja. Menurutnya, pemerintah harus membuka luas lapangan kerja di dalam negeri.
“Saat ini ruang kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Tapi, justru itu tantangan bagi pemerintah agar bisa hadir lebih konkret. Fokus utamanya, mestinya membuka lapangan kerja di dalam negeri,” kata Sugeng.
Sugeng menambahkan, bekerja di luar negeri bukan hal tabu. Apalagi menyangkut penghasilan, yang secara umum lebih tinggi. Menurutnya, sektor pekerja migran bisa membantu program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Asalkan dilakukan secara terencana dan didukung sistem kuat.
“Kalau memang ada peluang kerja di luar negeri dan masyarakat siap, kenapa tidak? Kita tahu benefit finansialnya cukup besar. Tapi jangan sampai ini dijadikan pelarian, karena pemerintah tidak bisa menyediakan lapangan kerja di negeri sendiri. Harus seimbang,” bebernya.
Di Solo, program kerja ke luar negeri sudah berjalan. Salah satunya program magang dan kerja ke Jepang. Minat masyarakat cukup tinggi. Namun ketersediaan anggaran jadi hambatan yang belum terselesaikan.
“Kami sedang mendorong agar anggaran APBD bisa mengakomodasi kebutuhan para pencari kerja yang ingin ke luar negeri. Problem utamanya adalah biaya pemberangkatan. Selama ini, banyak yang tidak punya modal. Kalau soal skill, minat, itu sudah ada,” papar Sugeng. (atn/fer)
Editor : fery ardi susanto