RADARSOLO.COM – Kota Solo akan meluncurkan 54 Koperasi Merah Putih pada 19 Juli 2025, yang akan diresmikan secara serentak dengan 80.000 koperasi sejenis di seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak 54 koperasi ini akan menerima modal usaha awal sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing. ini sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian lokal dan ketahanan pangan masyarakat.
Baca Juga: Cekcok Ayah-Anak di Panularan Solo Nyaris Berujung Petaka, Gara-Gara Masalah Ini
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo Wahyu Kristina, memastikan bahwa peluncuran koperasi ini sudah mencapai 100 persen.
"Koperasi Merah Putih di Solo sudah terbentuk di 54 kelurahan, dan pada 19 Juli nanti akan diluncurkan oleh Presiden secara daring," ujar Wahyu, Selasa (8/7).
Sebanyak 54 koperasi ini akan bergerak di berbagai bidang usaha, sesuai dengan kearifan lokal masing-masing kelurahan, seperti koperasi produsen, konsumen, serta bidang usaha lainnya yang berfokus pada ketahanan pangan, kesehatan, dan produk lokal.
"Koperasi ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan, obat dan klinik, dan usaha lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing," tambahnya.
Masing-masing koperasi akan mendapatkan modal sebesar Rp 15 juta dari APBD Kota Surakarta Tahun Anggaran 2025. Namun, modal tersebut baru bisa dicairkan setelah disetujui dalam APBD Perubahan tahun ini.
"Modal tersebut adalah modal awal, selain modal dari usaha yang sudah mereka jalankan sebelumnya," jelas Wahyu Kristina.
Baca Juga: Telusuri Pelaku Aksi Pelemparan KA Sancaka, KAI Daop 6 Yogyakarta Berkoordinasi dengan Polres Klaten
Wali Kota Solo Respati Ardi, juga mengunjungi Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kestalan, yang bergerak di bidang pengadaan sembako untuk warga. "Mari kita belanja di koperasi merah putih, untuk mendukung ekonomi lokal kita," ajaknya, saat meninjau koperasi tersebut pada Senin (7/7) sore.
Koperasi Merah Putih di Solo diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, membantu meningkatkan daya beli, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di masing-masing kelurahan. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno