RADARSOLO.COM – Paripurna Pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solo untuk periode 2025-2029 yang digelar di Gedung DPRD Solo, Selasa (9/7), berlangsung tegang. Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto menyentil salah satu fraksi di DPRD yang dinilai tidak berperan aktif dalam mengawal proses pembahasan RPJMD.
Respati mengungkapkan bahwa seluruh visi dan misi yang menjadi dasar arah pembangunan Kota Solo dalam lima tahun mendatang sudah disusun dengan baik dalam RPJMD. Namun, ia menyayangkan adanya sikap salah satu fraksi yang terkesan melepas tanggung jawab dalam pembahasan dokumen strategis tersebut.
“Alhamdulillah, visi-misi kami sudah terpaparkan dengan jelas. Harapan kami adalah komunikasi lebih lanjut dengan Banggar DPRD terkait mana anggaran yang perlu dioptimalkan dan mana yang perlu dikurangi,” ujar Respati.
Meski dalam kondisi anggaran yang terbatas, Pemkot Solo tetap berkomitmen untuk menjalankan program-program prioritas. Respati menegaskan, Pemkot akan berusaha keras untuk melibatkan sektor swasta dalam mendukung program-program pemerintahan, seperti melalui corporate social responsibility (CSR), sponsor, dan kemitraan lainnya.
Baca Juga: Lima Kendaraan Terlibat Laka Karambol Di Tugu Ireng Sanggung, Sukoharjo
“Kami terus bekerja keras untuk melibatkan swasta, CSR, sponsor, agar bisa tetap menjalankan program-program pemerintah. Ini adalah prinsip efisiensi APBD, karena anggaran kami terbatas dan tidak bisa mengakomodasi semua program,” imbuhnya.
Namun, di tengah upaya maksimal Pemkot dalam merancang skema pembangunan yang realistis, Respati merasa kecewa terhadap sikap salah satu fraksi DPRD yang dianggap abai dalam proses pembahasan RPJMD. Bahkan, ia tak segan menyinggung hal tersebut secara terbuka.
“Ada satu fraksi yang tidak ikut mengawal RPJMD, ya nggak tahu itu siapa, nanti dicek saja. Aku yo bingung, kan jelas mekanismenya. DPRD itu punya peran strategis dalam mengawal RPJMD, tapi malah beberapa kali healing, beberapa kali Kungket (kegiatan kunjungan kerja), ketika pembahasan malah nggak hadir,” tegasnya dengan nada kecewa.
Respati menambahkan bahwa absennya salah satu fraksi dalam pembahasan RPJMD jelas berpotensi mengganggu kualitas hasil pembahasan. Banyak aspirasi masyarakat yang mungkin tidak dapat terakomodasi dengan maksimal karena ketidakhadiran tersebut.
“Kalau seperti ini, ya jelas pembahasan RPJMD tidak akan berjalan optimal. Saya harap DPRD introspeksi, jangan cuma aktif di luar forum, tapi saat pembahasan yang menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan malah absen,” tandasnya.
Hingga paripurna selesai, belum ada pernyataan resmi dari DPRD mengenai fraksi mana yang disindir oleh Wali Kota. Namun, isu ini segera menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan anggota legislatif.
Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Solo Yanuar Sindhu Riyanto menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan RPJMD telah dilaksanakan sesuai prosedur. Pihaknya mengklaim telah bekerja keras untuk menyelesaikan pembahasan tepat waktu.
“Pembahasan Pansus RPJMD Kota Solo sudah hampir selesai. Kami telah menjalani berbagai rapat, studi banding, dan konsultasi. Sekarang tinggal laporan hasil pembahasan yang akan dibacakan dalam paripurna,” ujar Yanuar.
Menurutnya, RPJMD Kota Solo yang akan dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini memuat program-program pembangunan utama untuk lima tahun ke depan, dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata, budaya, dan lingkungan hidup.
“Isi detail RPJMD masih menunggu evaluasi dari provinsi, tetapi secara umum, RPJMD ini berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan berbasis budaya,” tambahnya.
Yanuar juga menyampaikan bahwa dalam proses pembahasan, Pansus telah meminta klarifikasi dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait keabsahan data yang disampaikan dalam dokumen RPJMD. (atn/bun)
Editor : Kabun Triyatno