RADARSOLO.COM – Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur menjadi tema besar Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tahun 2025.
Dipilihnya tema besar tersebut menjadi harapan bagi masyarakat agar soko guru perekonomian Indonesia benar-benar bisa dirasakan manfaatnya.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Surakarta Siti Handayani mengungkapkan, dia memaknai Hari Koperasi Nasional sebagai momentum untuk membangkitkan geliat koperasi di tengah masyarakat.
Hal ini selaras dengan semangat yang diupayakan oleh pemerintah pusat hingga daerah lewat banyak dukungan pada koperasi di Indonesia.
Apalagi dalam waktu dekat Koperasi Merah Putih (desa/kelurahan) akan segera diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah pada 19 Juli mendatang
“Tahun ini memang luar biasa, ini tahunnya koperasi karena perhatian pemerintah yang sedemikian besar. Dan menjelang Hari Koperasi Nasional ini ada beragam agenda mulai dari kegiatan di provinsi pada 12 Juli, kemudian peresmian Koperasi Merah Putih di Klaten pada 19 Juli, sementara di Kota Solo sendiri puncaknya ada di 27 Juli 2025 yang dipusatkan di Taman Balekambang Solo,” terangnya, Rabu (9/7).
Di Kota Solo perhatian pada ratusan koperasi dilakukan lewat berbagai kegiatan mulai dari pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan lain sebagainya.
Hasilnya, jumlah koperasi sehat terus bertambah jumlahnya.
Sementara yang kurang sehat secara perlahan terus diberi pendampingan agar kembali berdaya saing dan bermanfaat untuk para anggotanya.
Tak berhenti di sana, Pemkot Surakarta juga mendukung upaya penguatan koperasi yang diarahkan oleh pemerintah pusat lewat pembentukan 54 Koperasi Merah Putih di kelurahan yang sudah berbadan hukum dan siap beroperasi.
“Di Solo ada 619 koperasi, ini belum termasuk 54 koperasi baru (Koperasi Merah Putih). Dari 619 unit koperasi itu yang tidak aktif ada 312 unit. Kami rutin memberikan pendampingan, pelatihan, dan peningkatan SDM. Termasuk sampai pengawasan dan penilaian terhadap koperasi. Tujuannya agar menjadi koperasi yang mandiri dan sehat. Sementara yang kurang sehat dibantu untuk menguatkan atau dibubarkan secara resmi sesuai standar dan persyaratan yang diperlukan,” beber Siti.
Khusus dalam memperingati Hari Koperasi Nasional ke-78 ini, Pemkot Surakarta menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai dari pembagian paket sembako di 18 Juli, donor darah di 23 Juli.
Puncak acaranya dihelat dengan berbagai kegiatan menarik berupa jalan sehat dan bazar UMKM dari unit-unit usaha koperasi yang ada di Kota Bengawan pada 27 Juli mendatang.
Dengan menghadirkan bazar dan peserta yang jumlahnya hampir 2000 peserta itu berbagai unit usaha koperasi bisa mendapatkan tambahan pendapatan sepanjang acara berlangsung.
“Nanti kami beri kupon untuk peserta untuk membelanjakan, jika belanjanya lebih dari kupon yang diberikan bisa membayar dengan mandiri. Harapan kami, koperasi ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya dan menjadi soko guru perekonomian di Solo,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Surakarta Heru Sunardi menambahkan, sesuai dengan tema besar yang diambil, banyak pihak mengharapkan koperasi di daerah menjadi solusi untuk menggerakkan perekonomian.
Dia mendukung penuh upaya Presiden Prabowo dalam pembentukan Koperasi Merah Putih yang ada di 54 kelurahan se-Kota Solo.
Sementara untuk jenis koperasi yang lain (diluar koperasi merah putih atau koperasi yang sudah ada) bisa menjadi solusi untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami segala kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi oleh koperasi. Di sisi lain, berbagai jenis pelaku usaha, pedagang kecil, UMKM bisa mendapatkan jasa yang tepat (pinjaman melalui koperasi, Red). Jadi usaha mikro ini bisa semakin tangguh dalam menjalankan usaha masing-masing,” harapnya. (adv/ves/nik)
Editor : Niko auglandy