RADARSOLO.COM – Proses perataan tanah di lahan kosong depan Kelurahan Laweyan, yang dikenal dengan eks Pasar Kabangan, baru-baru ini selesai. Saat ini, lahan seluas 3.660 meter persegi tersebut mulai dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan wisata.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo pada Kamis (10/7) siang, beberapa bus wisata sudah terlihat memarkirkan armada mereka di area parkir baru ini. Proses perataan lahan yang telah rampung dalam satu pekan terakhir memberi kesempatan bagi area tersebut untuk segera digunakan.
“Itu memang untuk mendukung potensi pariwisata yang ada di kawasan Laweyan,” ujar Camat Laweyan Herwin Nugroho.
Pemerintah Kota Surakarta memang berencana memanfaatkan lahan eks Pasar Kabangan ini sebagai ruang parkir untuk mendukung sektor pariwisata di kawasan Laweyan. Selain itu, area parkir ini juga direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti toilet dan bangunan-bangunan untuk kuliner serta kebutuhan lainnya.
“Apakah hanya area parkir atau bisa juga untuk jualan, ini masih didiskusikan agar bisa lebih mendukung konsep pariwisatanya,” kata Herwin.
Kawasan Kampung Wisata Barik Laweyan, yang terintegrasi dengan potensi kerajinan batik dan warisan budaya, menjadi fokus dalam pengembangan kawasan ini. Kawasan ini menghubungkan beberapa kelurahan seperti Kelurahan Laweyan, Kelurahan Sondakan, dan wilayah sekitar, untuk mendukung perkembangan industri dan wisata batik.
Baca Juga: DPRD Boyolali Soroti Dugaan Pungli Jualan Seragam di 3 SMP Negeri, Harga Capai Rp 1,5 Juta
Area parkir di eks Pasar Kabangan ini sebenarnya sudah menjadi usulan sejak beberapa tahun lalu, namun baru bisa direalisasikan setelah pedagang Pasar Kabangan dipindah ke Pasar Jongke yang baru. Perataan tanah dilakukan pada pertengahan tahun ini. Jika tidak ada kendala, pembangunan dan penambahan fasilitas penunjang akan diajukan pada tahun 2026 mendatang.
“Secara perencanaan, ini bisa mendukung kepariwisataan dan mendongkrak potensi industri dan wisata batik di wilayah Laweyan. Selain itu, juga bisa mendukung UMKM di luar batik,” kata Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno