RADARSOLO.COM – Kerusakan fasad (tampilan visual bagian luar) pada Koridor Gatot Subroto (Gatsu) – Ngarsopuro menjadi perhatian. Kerusakan ini disayangkan karena dapat mengurangi nilai artistik kawasan yang merupakan pusat wisata tersebut.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kerusakan pada fasad di Koridor Gatsu dan Ngarsopuro terlihat jelas mulai dari Simpang Pasar Pon, yang menghubungkan Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Diponegoro. Beberapa material yang awalnya dibuat untuk mempercantik kawasan dan hiasan wayang tampak rusak pada beberapa bagian.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung Pancoran, Diduga Pegawai Kemendagri yang Hilang
“Sudah rusak beberapa lama ini, kalau setahun ya mungkin ada mas. Itu yang saya tahu,” ujar Yulianto, pengemudi becak yang biasa mangkal di Simpang Pasar Pon, saat berbincang dengan koran ini, Jumat (11/7).
Sebagai pengemudi becak yang menggantungkan pendapatannya pada potensi wisata kawasan tersebut, Yulianto dan rekan-rekannya berharap kerusakan ini segera mendapat perhatian dari pemerintah. Pasalnya, wisatawan yang mengunjungi Koridor Gatsu-Ngarsopuro didominasi oleh mereka yang gemar berfoto atau berswafoto menggunakan kamera ponsel.
Baca Juga: Serbu Scoopy Velocreativity di Solo: Touring Stylish & Ekspresi Warna-Warni Anak Muda
“Kalau menurut saya kerusakannya karena kehujanan dan kepanasan (terkena terik matahari). Perlu diperbaiki, karena lokasi di sini sering dipakai pengunjung untuk foto-foto,” tambah Yulianto.
Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Solo Tulus Widajat mengonfirmasi adanya kerusakan pada bagian fasad Koridor Gatsu-Ngarsopuro. Ia menyatakan bahwa kerusakan ini sudah menjadi perhatian Pemkot Solo.
“Salah satunya karena faktor cuaca di beberapa tempat memang ada yang rusak. Informasi dari DPUPR Kota Solo saat ini dalam proses penanganan, namun masih perlu menunggu waktu karena ada material yang harus dipesan khusus untuk proses perbaikannya,” kata Tulus.
Kerusakan fasad di Koridor Gatsu-Ngarsopuro mulai terlihat meskipun lokasi tersebut belum genap dua tahun beroperasi setelah diresmikan pada akhir 2023 lalu. Pemkot Solo saat ini masih menilai apakah kerusakan tersebut masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, yang bertanggung jawab atas revitalisasi kawasan ini, atau sudah menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
“Apakah itu masih ditanggung pusat atau sudah menjadi tanggung jawab kita, akan kita cek dulu. Yang pasti, prinsipnya akan segera diperbaiki supaya tidak mengganggu pemandangan dan mengurangi keindahan kawasan itu,” pungkas Tulus. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno