RADARSOLO.COM - Di tengah riuh perubahan zaman, ada yang selalu berkobar.
Sebuah panggung terus berdetak, menarasikan kisah Ramayana dan Mahabharata dalam gerak dan suara.
Wayang Orang Sriwedari, salah satu warisan budaya tertua di bumi Jawa resmi menapak usia ke-115 pada 10 Juli lalu.
Bukan sekadar pementasan, Wayang Orang Sriwedari merupakan cermin napas kebudayaan Solo. Didirikan pada 1910-an silam, pertunjukan legendaris ini bermula di kompleks Pura Mangkunegaran.
"Tapi dahulu karena krisis ekonomi, Wayang Orang Sriwedari diambil alih oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Gan Kam. Yang mana kemudian melakukan pertunjukan keliling di luar istana Mangkunegaran," sebut Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Anies Dyah Oktavianti.
Puncaknya, Anies menuturkan pada masa pemerintahan Pakubuwana X, Wayang Orang Sriwedari ini dipindahkan ke Taman Sriwedari.
Mereka berkembang menjadi pertunjukan komersial bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya.
Wayang Orang Sriwedari sendiri memiliki makna yang sangat penting bagi budaya Jawa, khususnya di Solo. Pertama, pelestarian budaya.
Melalui pertunjukan wayang orang, nilai-nilai budaya, cerita, dan legenda dapat disampaikan kepada masyarakat luas.
"Selanjutnya, sebagai simbol identitas budaya. Wayang Orang Sriwedari dapat dianggap sebagai simbol identitas budaya Jawa. Pertunjukan ini menunjukkan kekayaan budaya dan sejarah Jawa yang sangat berharga," lanjut Anies.
Sebagai bagian dari warisan budaya, Wayang Orang Sriwedari juga punya tanggung jawab yang tak sepele. Pertunjukan ini perlu dilestarikan dan dikembangkan supaya kiprahnya tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
"Dengan demikian, Wayang Orang Sriwedari bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga memiliki makna yang mendalam dalam konteks budaya Jawa," ucap Anies.
Meski usianya sudah lebih dari seabad, Wayang Orang Sriwedari tak lantas diliputi gegap gempita ulang tahun. Peringatan hari ulang tahun ke-115 ini dimaknai secara sederhana.
"Secara spesifik tidak ada rangkaian acara. Hanya ada doa bersama atau wilujengan yang dihadiri seluruh pemain, crew Wayang Orang Sriwedari dan disbudpar," lanjutnya.
Namun, semangat spiritual tetap hadir dalam perayaan ulang tahun. Tak lama lagi, mereka akan menggelar prosesi jamasan gongso atau ritual penyucian instrumen gamelan utama Wayang Orang Sriwedari.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 22 Juli mendatang di gedung Wayang Orang Sriwedari.
"Dalam waktu dekat akan dilaksanakan acara jamasan gongso WO pada Selasa, 22 Juli pukul 09.00 di (gedung) Wayang Orang Sriwedari," ujarnya. (nis/nik)
LAKON WOS JULI 2025
1. BOMA MALING
2. GATHUTKACA RABI
3. BEGAWAN SIDALANCANG
4. ANOMANLAIR
5. ANOMAN OBONG
6. -
7. RIMONG BATIK
8. GARENG DADI RATU
9. BABAT WANAMARTA
10. SENGKUNI
11. PETRUK DADI BALADEWA
12. BAGONG DADI RATU
13. -
14. GANDAWARDAYA
15. NAKULA SADEWA RABI
16. PENDADARAN SOKALIMA
17. PURWAGANTHI TAKON BAPA
18. DRUPADA RANGKET
19. SRIKANDHI SENOPATI
20. -
21. BALE SIGALA GALA
22. WASI UDAN AGUNG
23. ADANU ADILAHA
24. JAHAR (PANCAKA TRESNA)
25. JAYA DRATA GUGUR
26. PETRUK KEMBAR
27. -
28. SOKAWEDHA TRABAS PATI
29. SETYAKI LAIR
30. LARASATI EDAN
31. WIRATHA PARWA