RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengumumkan rencananya untuk melarang operasional becak motor (bentor) di wilayah Kota Solo. Langkah ini diambil untuk mendukung promosi becak tradisional sebagai salah satu alternatif transportasi khas Kota Bengawan, yang juga beroperasi di rute-rute pendek, terutama di kawasan wisata.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengonfirmasi rencana penerbitan larangan tersebut. Meski begitu, pemkot berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan ini secara humanis dan bertahap.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah memberikan armada becak kayuh (tradisional) secara gratis kepada pengemudi bentor yang terdampak. Hal ini diharapkan dapat mempermudah transisi bagi pengemudi bentor ke armada becak tradisional.
“Nanti akan segera kami umumkan larangan bentor. Penyewa bentor akan kami berikan armada becak gratis dari CSR. Kami akan lakukan pelan-pelan agar semuanya bisa diterima,” ujar Respati, Rabu kemarin (16/7).
Koordinator Forum Komunikasi Keluarga Becak Sari Ahmad mengungkapkan bahwa para pengemudi becak tradisional merasa terganggu dengan keberadaan bentor yang semakin banyak beroperasi.
Menurutnya, persaingan harga menjadi masalah utama, di mana harga bentor lebih murah karena menggunakan mesin, sementara becak tradisional menggunakan tenaga manusia.
“Kalau bersaing dari harga tentu tidak bisa, becak konvensional itu masih pakai tenaga manusia, sementara bentor pakai mesin,” jelasnya.
Sari Ahmad berharap pemerintah dapat mempertimbangkan hal ini dalam upaya melindungi dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak tradisional. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengemudi becak tradisional,
Pemkot berencana memberikan armada becak kayuh secara gratis yang didapatkan melalui program CSR. Hal ini akan membantu transisi bagi pengemudi bentor yang sebelumnya mengandalkan kendaraan bermotor untuk beroperasi.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas Solo sebagai kota dengan transportasi khas yang dapat menunjang sektor pariwisata.
Wali kota menyatakan bahwa kebijakan ini tidak hanya untuk kepentingan pengemudi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan ramah wisatawan.
Wali kota menegaskan bahwa kebijakan ini akan diterapkan dengan pendekatan yang humanis. Pemkot akan terus melakukan sosialisasi untuk memastikan pengemudi bentor dapat menerima perubahan ini.
Transisi yang diberikan melalui armada becak gratis diharapkan dapat meringankan beban pengemudi yang terdampak oleh larangan tersebut. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno