RADARSOLO.COM – Kecelakaan lalu lintas antara mobil Daihatsu Xenia dan Kereta Api (KA) Batara Kresna di simpang empat Sangkrah, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (17/7), mulai menemukan titik terang.
Hasil penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polresta Solo mengungkap bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kelalaian pengemudi yang berkendara dalam kondisi tidak fokus.
“Dari hasil pendalaman kami, penyebab utama kecelakaan adalah karena pengemudi mengendarai mobil dalam kondisi mengantuk dan saat bersamaan melakukan komunikasi melalui telepon seluler dengan istrinya,” terang Kasubnit 2 Gakkum Polresta Solo Ipda Yuli Nurus Yani kepada wartawan, Kamis sore.
Baca Juga: Mobil Daihatsu Xenia Tertabrak Kereta Api Batara Kresna di Kota Solo, Ini Kronologis Kecelakaannya
Pengemudi yang diketahui bernama Ponijan, warga Joglo, Banjarsari, merupakan mitra pengemudi Gojek (Gocar).
Saat kejadian, dia sedang dalam perjalanan menjemput istrinya di kawasan Pasar Gede.
Namun nahas, ketika melintasi rel KA di simpang empat Sangkrah, dia tetap memaksakan melaju, meskipun kereta KA 515 jurusan Wonogiri–Purwosari sudah dalam jarak dekat.
“Bapak Ponijan ini mengaku tidak menyadari ada kereta yang akan lewat. Dari keterangan awal, saat itu dia sedang menghubungi istrinya via telepon dan dalam kondisi kelelahan. Ini yang menyebabkan konsentrasi menurun,” lanjut Yuli.
Baca Juga: Ayo Wisata ke Solo Raya! SGS Tawarkan Paket Wisata Murah hingga Diskon Kereta Api
Benturan tak terelakkan. Mobil tertabrak di bagian depan sisi kanan oleh KA Batara Kresna dan terseret sejauh 15 meter sebelum menghantam tiang rambu lalu lintas. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ponijan hanya mengalami syok, sementara mobilnya ringsek parah di bagian depan.
Menanggapi temuan ini, Satlantas Polresta Solo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
“Kami minta pengemudi betul-betul waspada, apalagi di perlintasan tanpa palang. Hentikan kendaraan, tengok kanan-kiri, dengarkan klakson kereta. Jangan berkendara dalam kondisi mengantuk, apalagi sambil telepon,” tegas Yuli. (atn/nik)