RADARSOLO.COM – Tradisi pacu jalur yang kini menjadi fenomena seru merambah ke sekolah-sekolah. Termasuk dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru ini pun menjadi tren. Salah satunya adalah di SD Negeri Rejosari, Kalurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, yang mengadakan MPLS bertema kebersamaan dengan sentuhan unik pacu jalur.
MPLS di SD Negeri Rejosari diikuti oleh 70 siswa baru, dan salah satu kegiatan unggulannya adalah joget pacu jalur yang diparodikan dengan cara kreatif. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama tim dan kebersamaan. Siswa-siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap langkah yang melibatkan gerakan kreatif dan penuh semangat.
Kepala SD Negeri Rejosari Sugiyoto menekankan bahwa selain melatih kebersamaan, pacu jalur juga menghidupkan kearifan lokal yang menjadi bagian dari budaya Solo.
"Kegiatan ini sangat penting untuk mengajarkan siswa tentang pentingnya kerjasama dan kebersamaan, sambil mengangkat tradisi lokal yang kami banggakan," katanya.
Dengan semakin populernya pacu jalur sebagai tren dalam kegiatan MPLS di sekolah-sekolah Solo, siswa tidak hanya mendapat pengetahuan akademis, tetapi juga dibekali dengan keterampilan sosial dan pemahaman budaya daerah. Kegiatan yang menggabungkan unsur olahraga, seni, dan tradisi ini menjadi cara efektif untuk membentuk karakter siswa sejak dini.
Salah seorang siswa, Lanang Ramadhan dari kelas 6C, mengungkapkan, "Seneng, seneng," saat ditanya tentang kegiatan MPLS yang dilaksanakan di sekolahnya.
Keikutsertaan siswa dalam pacu jalur tidak hanya membuat mereka lebih aktif tetapi juga membangun kedekatan mereka dengan sekolah dan teman-teman baru.
Dengan kegiatan MPLS yang penuh kreativitas ini, SD Negeri Rejosari berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang positif, penuh kebersamaan, dan mendukung bagi para siswa-siswanya. (rif/bun)
Editor : Kabun Triyatno