Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jamasan Gongso Nyai Denok dan Kyai Bagus, Melestarikan Tradisi di Gedung Wayang Orang Sriwedari Solo

Arief Budiman • Rabu, 23 Juli 2025 | 02:00 WIB

Pentas wayang orang di Gedung Wayang Orang Sriwedari. (Arief Budiman/Radar Solo)
Pentas wayang orang di Gedung Wayang Orang Sriwedari. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sebuah tradisi yang penuh makna digelar di Gedung Wayang Orang Sriwedari Solo, Selasa (22/7/2025), dalam rangka memperingati ulang tahun ke-115 gedung yang telah lama menjadi simbol budaya Kota Solo ini.

Acara jamasan gongso Nyai Denok dan Kyai Bagus menjadi puncak perayaan, yang juga merupakan upaya untuk melestarikan tradisi leluhur yang telah berlangsung turun temurun.

Wali Kota Solo Respati Ardi  hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan pesan penting terkait pentingnya melestarikan budaya melalui kegiatan rutin yang membawa nilai sejarah.

Baca Juga: Wayang Orang Sriwedari Berjuang untuk Tetap Eksis, Dari Panggung Sepi Menuju Sorot Terang

Menurutnya, aktivasi event budaya tidak harus melibatkan acara besar, namun dapat juga dilakukan melalui kegiatan yang menjadi warisan dari leluhur yang diulang dan dijaga kelestariannya.

“Aktivasi event tidak harus dengan yang besar, tapi rutinitas dari leluhur kita uri-uri kita ulang lagi dan tetap menjaga karakter kota Solo sebagai kota budaya,” ujar Respati.

Tak hanya itu, Respati juga mengungkapkan pentingnya perbaikan dan pengembangan fasilitas sekitar Sriwedari. Ia menekankan bahwa revitalisasi gedung dan fasilitas pendukung perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan penonton dan kesejahteraan para pemain wayang orang yang tampil.

Baca Juga: Wayang Orang Sriwedari Menhinjak Umur 115 Tahun, Jaga Warisan Agar Tetap Abadi

“Selain itu, fasilitas pendukung perlu ditingkatkan seperti tempat duduk kursi, kemudian kesejahteraan pemain harus ada perhatian ekstra,” tambahnya.

Jamasan Gongso yang digelar di Sriwedari merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya menyuguhkan keindahan pertunjukan, tetapi juga mengandung makna mendalam.

Benedictus Billy Aldy Kusuma, sutradara di Wayang Orang Sriwedari menjelaskan bahwa jamasan ini telah dilakukan turun-temurun dan merupakan bagian dari ritual untuk merawat dan menghormati dua tokoh legendaris, Nyai Denok dan Kyai Bagus.

Baca Juga: Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari Alami Berbagai Bentuk Adaptasi

“Jamasan gongso ini turun temurun, yaitu jamasan Nyai Denok dan Kyai Bagus, dan dikemas dengan upacara besar seperti ini sudah 5 tahunan,” ujar Billy.

Sebagai salah satu ikon budaya Solo, Gedung Wayang Orang Sriwedari memiliki kru yang terdiri dari 80 orang, termasuk pemain dan teknisi. Dengan jadwal yang padat, wayang orang di Sriwedari disajikan 6 kali dalam seminggu, dari Senin hingga Sabtu, pada pukul 08.00-11.30 WIB.

Dengan perayaan ulang tahun yang ke-115 ini, Billy berharap bahwa wayang orang di Sriwedari dapat terus berkembang, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan tetap menjadi bagian penting dari kebudayaan Solo yang dikenal luas.

“Harapannya di ulang tahun Gedung Wayang Orang yang ke-115 ini, wayang orang di Sriwedari dapat berkembang dan berjalan seiring perkembangan jaman,” ungkapnya.

Jamasan Gongso Nyai Denok dan Kyai Bagus menjadi saksi betapa pentingnya melestarikan tradisi dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat akan warisan budaya, kegiatan ini menjadi momen penting dalam menjaga agar budaya wayang tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat masa kini. (rif/bun)

 
 
Editor : Kabun Triyatno
#jamasan #kota solo #budaya #wayang orang sriwedari