Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rayakan Kemenangan Tim Basket Berujung Petaka, Empat Remaja Diciduk Sparta Solo

Antonius Christian • Minggu, 3 Agustus 2025 | 19:48 WIB

 

Tim Sparta mengamankan beberapa kendaraan berknalpot brong.
Tim Sparta mengamankan beberapa kendaraan berknalpot brong.

RADARSOLO.COM – Euforia kemenangan dalam pertandingan basket berujung perkara.

Empat pelajar SMA di Solo harus berurusan dengan aparat setelah kedapatan melakukan konvoi sepeda motor menggunakan knalpot brong di kawasan Laweyan, Sabtu malam (3/8/2025).

Aksi para remaja ini bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga menimbulkan kebisingan yang meresahkan warga.

Merespons laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Tim Sparta, petugas dari Satuan Samapta Polresta Surakarta langsung turun tangan.

"Begitu menerima laporan, anggota kami langsung meluncur ke lokasi. Dan benar saja, di sana kami temukan sekelompok pemuda sedang melakukan konvoi. Mereka memadati jalan, membunyikan gas motor berkali-kali dengan knalpot yang tidak sesuai standar, dan membuat pengguna jalan lain terganggu," jelas Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto, Minggu (4/8/2025).

Baca Juga: Pemanasan Jelang Operasi Patuh Candi 2025! Tim Sparta Polresta Solo Amankan 10 Motor dalam Razia Dini Hari

Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi lantaran rombongan konvoi berpencar saat melihat petugas datang. Namun akhirnya, empat remaja berhasil diamankan di sekitar Jalan Dr. Wahidin bersama tiga unit sepeda motor yang semuanya menggunakan knalpot brong.

"Dari hasil pemeriksaan awal, mereka mengaku baru saja menyaksikan pertandingan basket di salah satu GOR. Mereka mendukung tim sekolahnya dan melakukan konvoi sebagai bentuk selebrasi kemenangan," tambah Kompol Edi.

Pihak kepolisian kemudian menilang seluruh pengendara dan menyita kendaraan bermotor untuk diganti dengan knalpot standar.

Tak hanya itu, petugas juga memanggil orang tua serta pihak sekolah untuk dilibatkan dalam proses pembinaan.

"Para pelajar ini masih di bawah umur. Maka, kami libatkan peran keluarga dan sekolah. Tujuannya agar mereka paham bahwa ruang publik bukan tempat untuk ugal-ugalan. Ada aturan dan etika yang harus dijaga," tegasnya.

Baca Juga: Keributan Antar Kelompok Terjadi di Solo, Dua Perempuan dan Belasan Pemuda Diamankan Tim Sparta

Kompol Edi juga menyayangkan penggunaan atribut sekolah saat konvoi, yang menurutnya bisa mencoreng nama baik institusi pendidikan. Ia menegaskan, patroli malam akan terus digencarkan, terutama pada akhir pekan atau usai event olahraga.

"Kota Solo harus tetap kondusif. Tidak ada tempat untuk aksi ugal-ugalan, apalagi dilakukan oleh remaja yang seharusnya menjadi contoh generasi penerus yang disiplin," tandas Kompol Edi. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#tim sparta #knalpot #konvoi