RADARSOLO.COM– Satlantas Polresta Solo punya cara unik untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas kepada generasi muda.
Melalui program bertajuk Gen Z Go to Polantas, para pelajar dari berbagai SMA di Kota Bengawan, para siswa diajak langsung menyambangi Markas Komando Satlantas Polresta Solo, Rabu (6/8).
Sekira pukul 13.30, rombongan pelajar dari SMA Batik 2 Solo yang berjumlah 30 orang datang ke Mapolresta Solo.
Masih mengenakan seragam sekolah, mereka disambut hangat oleh personel satlantas dan langsung diajak berkeliling mengenal berbagai layanan kepolisian di bidang lalu lintas.
Mulai dari kunjungan ke ruang Traffic Management Center (TMC) yang jadi pusat pengawasan arus lalu lintas di Solo, hingga ruang Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) yang melayani penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Bahkan, para siswa diberi kesempatan menjajal arena uji praktik SIM, lengkap dengan motor latihan yang disediakan.
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Solo Iptu Surawan Nurjaya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman langsung kepada pelajar tentang sistem lalu lintas dan administrasi kendaraan.
“Dalam Gen Z Go to Polantas, kami ingin anak-anak sekolah ini tahu bagaimana sistem pengawasan lalu lintas di Solo bekerja, termasuk pemanfaatan CCTV dan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement),” ujar Nurjaya mewakili Kasat Lantas Kompol Agung Yudiawan.
ETLE yang berbasis teknologi kecerdasan buatan itu, lanjut Nurjaya, selama ini telah menjadi sistem andalan untuk penindakan pelanggaran tanpa harus ada razia di lapangan.
Lebih lanjut, Iptu Nurjaya menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menghapus stigma negatif terkait proses pembuatan SIM yang sering dianggap rumit dan menakutkan.
“Biar tidak takut lagi waktu bikin SIM. Karena mereka sudah lihat langsung prosesnya, bahkan tadi sempat nyoba uji praktik juga. Jadi lebih siap saat waktunya nanti bikin SIM,” jelasnya.
Ke depan, kegiatan ini akan digelar secara bergilir dengan melibatkan sekolah-sekolah lain di Kota Solo.
“Hari ini giliran SMA Batik 2. Nanti sekolah lain akan kami undang. Harapannya seluruh pelajar di Solo bisa teredukasi soal pentingnya tertib berlalu lintas,” imbuhnya.
Iptu Nurjaya juga menyoroti fakta bahwa kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif, termasuk kalangan pelajar.
“Makanya penting untuk diedukasi sejak dini. Kami ingin pelajar jadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Paham aturan, taat prosedur, dan lebih berhati-hati saat berkendara,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta kegiatan, Bre’raissa Alfaro mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dia mengaku baru pertama kali melihat langsung sistem tilang elektronik berbasis ETLE.
“Ternyata canggih banget ya. Baru tahu kalau sistem di Solo sudah secanggih ini. Jadi makin sadar pentingnya tertib lalu lintas,” ungkapnya.
Dia juga mengaku mendapat banyak pengetahuan baru soal proses penerbitan SIM, termasuk tahapan uji praktik.
“Tadi sempat lihat langsung alurnya, bahkan nyoba tes praktik juga. Jadi nanti waktu bikin SIM, sudah punya bayangan. Nggak kaget lagi,” tuturnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy