RADARSOLO.COM-Jumlah rata-rata kunjungan ke Museum Keris Nusantara yang terletak di Jalan Bhayangkara No. 2, Sriwedari, Laweyan, Solo tembus 2.000 orang per bulan.
Angka ini terbilang sangat tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 800 pengunjung per bulan.
Kepala UPT Museum Kebudayaan dan Pariwisata Solo Bonita Rintyowati menjelaskan, peningkatan ini merupakan hasil dari inovasi dan berbagai kegiatan yang dihelat di museum.
“Sampai Juli 2025, capaian kita sudah 74 persen dari target yang kita patok. Per bulan itu angkanya 1.500–2.000 pengunjung. Ini sudah cukup besar karena sebelumnya itu kan hanya sekitar 800 pengunjung per bulan,” terang Bonita, Minggu (10/8).
Peningkatan jumlah kunjungan ini tidak terlepas dari berbagai pameran dan kegiatan yang diadakan secara intensif.
Salah satunya adalah pameran temporer bertema "Adiapta Vastu" yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Museum Keris Nusantara pada 9 Agustus 2025.
Pameran yang berlangsung dari 9-17 Agustus 2025 ini menampilkan sejumlah keris sesaji dari abad ke-6 hingga ke-8 Masehi.
Keris-keris ini memiliki fungsi, tujuan, dan bentuk fisik yang berbeda dari keris pusaka atau senjata tradisional.
“Harapannya tempat ini bisa terus berkembang dari tahun ke tahun,” kata Bonita.
Tujuan pameran ini adalah mengenalkan budaya dan tradisi tempo dulu di mana keris sesaji sering digunakan dalam ritual penghapusan pajak tanah oleh raja.
Dua mahasiswa yang berkunjung, Dewanti Ayu dan Andini, mengaku terkesan dengan pameran ini.
“Bagus sekali pamerannya, ternyata keris itu ada bermacam-macam fungsi dan peruntukannya. Ya ini bagus banget untuk memperkaya pengetahuan apalagi kalau senang dengan perkerisan atau sejarah,” ucap mereka. (ves/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono