RADARSOLO.COM – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Solo mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta dalam APBD 2026 bagi penyelenggaraan Haul Habib Ali bin Mohammad Al Habsyi, yang lebih dikenal dengan Haul Pasar Kliwon.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo YF Sukasno menjelaskan, kegiatan religius ini telah menjadi kalender resmi event Pemkot Solo dan memiliki dampak sosial serta ekonomi yang luar biasa, khususnya bagi masyarakat di wilayah Pasar Kliwon.
“Haul ini rutin digelar setiap tahun dan selalu menjadi magnet ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada yang datang dari Malaysia dan Singapura. Kehadiran mereka memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal. Hotel-hotel penuh, penginapan warga meningkat okupansinya, ojek online dan sopir becak kebanjiran order, hingga UMKM kecil seperti penjual kopiah, sandal batik, dan nasi bungkus ikut meraup keuntungan,” ungkap Sukasno, Sabtu (16/8).
Selama tiga hari pelaksanaan, Jalan Kapten Mulyadi yang menjadi pusat kegiatan ditutup total. Penutupan ini justru menjadi berkah bagi pedagang kaki lima yang bebas menggelar dagangan sepanjang jalan tanpa gangguan lalu lintas.
“Perputaran uang selama acara ini bisa mencapai miliaran, bahkan puluhan miliar rupiah. Ini bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan juga bisa menjadi penggerak ekonomi kota,” imbuhnya.
Sukasno menegaskan, kebutuhan inti haul sudah dipenuhi oleh pihak keluarga penyelenggara.
Namun, alokasi dana dari APBD diperlukan untuk mendukung aspek teknis, seperti akomodasi pengamanan, penyediaan toilet portabel, pengaturan lalu lintas, dan fasilitas umum lainnya yang menunjang kenyamanan para jemaah.
“Kami memperjuangkan anggaran Rp 200 juta ini bukan untuk acara inti, tetapi untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan jalannya kegiatan. Haul ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tapi juga potensi wisata rohani yang harus digarap dengan serius oleh Pemkot Solo,” tegas Sukasno.
Dia menambahkan, warga Kelurahan Pasar Kliwon sejak lama berharap kegiatan ini dikelola lebih profesional dan dipromosikan sebagai destinasi wisata religius berskala internasional.
“Kalau dikelola dengan baik, dampaknya akan jauh lebih besar bagi perekonomian. Selain memberi manfaat langsung kepada warga Pasar Kliwon, ini juga akan memperkuat citra Solo sebagai kota budaya dan kota wisata,” papar Sukasno.
Observasi di lapangan pada gelaran sebelumnya menunjukkan suasana haul selalu dipenuhi aktivitas ekonomi yang hidup.
Pedagang kuliner berjejer hingga larut malam, penjual cinderamata kebanjiran pembeli, dan jasa transportasi non-formal seperti becak motor ikut merasakan lonjakan penumpang.
Bahkan, tidak sedikit warga luar daerah yang menginap di rumah-rumah warga setempat karena hotel penuh, sehingga menambah pemasukan langsung bagi masyarakat.
“Kalau bicara soal PAD, jelas ada kontribusi. Tapi yang lebih penting, haul ini membawa manfaat nyata bagi warga kecil, pedagang, dan pelaku UMKM. Maka wajar jika pemerintah kota memberikan dukungan maksimal,” pungkas Sukasno. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy